www.bisnistoday.co.id
Wednesday , 24 June 2026
Home EKONOMI Industri Kecil dan Menengah Diminta Perhatikan Pengelolaan Limbah
EKONOMI

Industri Kecil dan Menengah Diminta Perhatikan Pengelolaan Limbah

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu (9/6).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menaruh perhatian pada pengolahan limbah di sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Efisiensi dan keamanan pengolahan limbah IKM merupakan aspek penting untuk mewujudkan industri hijau. “Kami mendukung para pelaku IKM untuk lebih menyadari pentingnya beradaptasi dalam melakukan usahanya, agar semakin produktif dan lebih ramah lingkungan,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Rabu (9/6).

Doddy mengatakan, saat ini BSKJI menjalankan program pendampingan pengelolaan lingkungan hidup pada IKM. Tujuannya agar IKM memahami dan menerapkan proses pengolahan limbah di industri serta mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Joglosemar yang telah digaungkan Kemenperin.

Program pendampingan dilakukan oleh salah satu unit kerja di bawah BSJKI Kemenperin, yakni Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) di Semarang. Balai besar tersebut melakukan pendampingan pengelolaan lingkungan hidup pada IKM melalui BIDIK PESONAMU (BBTPPI Dukung Industri Kecil Profesional, Berwawasan Lingkungan, dan Maju) pada 8 Juni 2021 dengan menghadirkan dua kegiatan online meliputi webinar BISIK TARI (Bincang Asyik Seputar Industri) bertema “Sukses IKM Batiknya, Keren Jaga Lingkungannya” dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Lingkungan untuk IKM Tahu.

Baca juga : Kemenperin Dukung IKM Tekstil Bangkit Kembali

Menurut data Kemenperin, saat ini industri batik tersebar di 101 sentra di Indonesia. Industri ini mempunyai daya ungkit besar dalam penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industri lainnya, serta kecepatan penetrasi pasar. Sedangkan sedikitnya 203 industri yang bergerak pada produksi tahu dan olahannya. 

Peran besar kedua industri pada perekonomian nasional tidak terlepas dari kebutuhan dan kesadaran atas dampak produksi pada pencemaran lingkungan. Pasalnya, masih banyak pabrik tahu yang belum memiliki proses pengolahan limbah cair. Sedangkan di IKM batik, terdapat banyak potensi pencemaran, antara lain berupa limbah padat, cair, serta emisi udara. 

“IKM batik di Indonesia juga merupakan turunan industri tekstil yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri serta sebagai sektor penghasil devisa ekspor dengan nilai yang cukup signifikan, sehingga keberlanjutan industrinya perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Doddy.

Adapun program dukungan Kemenperin terhadap pengelolaan limbah untuk IKM produsen tahu telah berjalan di daerah Magelang, Singkawang, Makassar, Kediri dan Bandung. Kegiatan tersebut berupa  pendampingan produksi bersih serta fasilitasi mesin dan peralatan pengolahan limbah sentra IKM tahu.

Baca juga : Konsumsi Produk Lokal Untuk Pacu Ketahanan IKM

“Dengan melihat beberapa potensi limbah yang dihasilkan pada industri tahu dan batik, kami berupaya mengarahkan IKM untuk menerapkan prinsip industri hijau melalui kegiatan ini. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pelaku IKM dapat menggali ilmu sebaik-baiknya tentang industri hijau,” papar Kepala BSKJI.

Berwawasan Lingkungan

Kepala BBTPPI Emmy Suryandari mengemukakan, kepedulian BBTPPI terhadap pengembangan sektor IKM yang berwawasan lingkungan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saingnya. Dalam mewujudkannya, BBTPPI melakukan kolaborasi dengan satker Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta. 

“Pada kegiatan BIDIK PESONAMU, diikuti sebanyak 250 peserta. Acara yang berlangsung paralel ini dapat bermanfaat sebagai sarana berbagi informasi dan pengetahuan secara komprehensif mengenai produksi bersih dan teknologi pengolahan limbah yang dikuasai sehingga mendukung pembangunan industri hijau yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” paparnya.

Baca juga : IKM Pangan Didorong Raih Sertifikat Standar Internasional

BBTPPI mengenalkan teknologi Hybrid Advanced Oxidation Process (HAOP) sebagai generasi kedua dari Electrochemical AOP sebagai advance treatment pada pengolahan limbah batik yang dapat diaplikasikan pada lahan sempit dengan proses yang cenderung lebih cepat. Teknologi ini juga dapat diintegrasikan dengan teknologi konvensional seperti anaerobic process. IKM juga dapat mulai menerapkan reduce, reuse, recycle, dan recovery pada setiap prose produksi sehingga timbulan limbah lebih sedikit serta mudah penanganannya.

Selanjutnya, limbah tahu yang mengandung bahan organik tinggi dapat dikonversi menjadi biogas untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi. BBTPPI juga meyakinkan IKM bahwa sirkular ekonomi pada pengolahan limbah tahu dapat dicapai menggunakan pengolahan biologi terintegrasi yang efektif menurunkan polutan hingga memenuhi baku mutu bahkan menghasilkan energi yang bisa dimanfaatkan untuk proses kembali./

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...

Sosialisasi AASI
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Workshop Fit and Proper Test Perdana, AASI Matangkan Kesiapan Industri Hadapi Spin-Off

JAKARTA, Bisnistoday - Menjelang target penyelesaian spin-off sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan...

Timnas Belanda saat jeda hidrasi. (dok:Completesports)
EKONOMISport & Health

Jeda Hidrasi, untuk Kepentingan Pemain atau FIFA?

JAKARTA,Bisnistoday – Pada Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada,...