www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home EKONOMI Inilah Perbedaan BKPM dengan Kementerian Investasi
EKONOMI

Inilah Perbedaan BKPM dengan Kementerian Investasi

Logo Badan Koordinasi dan Penanaman Modal, di Jakarta, belum lama ini. Pemerintah meningkatkan lembaga BKPM menjadi Kementerian Investasi.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Banyak masyarakat mempertanyakan apa perbedaaan antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Kementerian Investasi. Berikut penjelasan Bahlil Lahadalia yang baru dilantik menjadi Menteri Investasi oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (28/4).

Bahlil menjelaskan perbedaan status dan kewenangan BKPM yang harus menjadi Kementerian Investasi. “Kalau BKPM selama ini kita itu mengeksekusi regulasi. Kita eksekusi Permen-Permnn (Peraturan Menteri), kemudian undang-undang maupun PP (Peraturan Pemerintah). Kita tidak bisa membuat regulasi untuk membuat aturan permainan,” kata dia saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (28/4).

Baca juga : Presiden Jokowi Lantik Nadiem A. Makarim dan Bahlil Lahadalia

Dengan naiknya status BKPM menjadi Kementerian Investasi, maka kewenangan yang tadinya tak bisa dilakukan jadi bisa dilakukan, termasuk kewenangan membuat regulasi. Soal pelayanan perizinan investasi, Bahlil juga menjelaskan perbedaan yang akan terjadi seiring dengan berubahnya status BKPM.

Menurut mantan Ketua Umum Hipmi itu, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, perizinan investasi memang telah sepenuhnya dilakukan oleh BKPM melalui Online Single Submission (OSS). Namun, meningkatnya status BKPM menjadi kementerian disebutnya akan memudahkan investasi yang masuk.

“Judul yang kita bikin sekarang, begini, silakan investor datang bawa teknologi, bawa modal dan bawa sebagian pasar, biarlah izin nanti negara yang akan bantu. Yang penting pengusahanya serius. Karena ada juga pengusaha yang dikasih izin, dijual-jual juga itu izinnya. Posisi negara di tengah,” katanya.

Bahlil menegaskan, pengusaha yang serius berinvestasi dan merealisasikan investasinya akan didukung penuh. “Tapi kalau pengusaha yang ambil kertas terus jual lagi, ya kita pikir-pikir bersama lagi lah,” tandasnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan
EKONOMI

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnostoday.co.id— PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meraih dua penghargaan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Pertanian Didorong Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan ASEAN

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id—Koperasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...