www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 Juli 2026
Home EKONOMI Inilah Strategi BI Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Ekonomi
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Inilah Strategi BI Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Ekonomi

GubernurBI, Perry Warjiyo
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesia (BI) memiliki beberapa strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi global.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkan, strategi tersebut di antaranya, dengan tetap memastikan BI berada di pasar untuk memastikan mekanisme pasar. “Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, khususnya dari kenaikan suku bunga The Fed dan ketidakpastian pasar keuangan global, BI tetap berada di pasar untuk memastikan mekanisme pasar,” kata Perry, di Jakarta, Senin (08/5).

Strategi berikutnya adalah melalui perluasan penerapan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) dan terus menambah kecukupan cadangan devisa.

Perry mengatakan nilai cadangan devisa saat ini sebesar 145,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, nilai tersebut lebih dari cukup untuk mengendalikan nilai tukar rupiah.

Perry melanjutkan, BI memandang stabilitas nilai rupiah merupakan hal penting untuk mengendalikan inflasi, terutama inflasi barang impor (imported inflation). Alasan tersebut yang membuat BI terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah.

Sejalan dengan arah bauran kebijakan tersebut, BI juga memperkuat kebijakan moneter melalui penguatan suku bunga dan operasi moneter.

Misalnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2023. Sejak itu, BI terus mempertahankan nilai BI7DRR hingga April 2023.

“Keputusan ini tetap konsisten dengan stance kebijakan moneter pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan,” ujar Perry.

Perry mengatakan BI yakin bahwa BI7DRR sebesar 5,75 persen memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0±1 persen hingga akhir 2023./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri LH Ajak Koperasi Masuk Pasar Karbon

JAKARTA, Bisnistoday — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten...

Presiden AS Donald J Trump.
EKONOMIKawasan Global

Trump akan Terapkan Tarif Baru pada Lebih dari 80 Negara

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat akan mengenakan tarif antara 10% atau 12,5%...

PT Asuransi BRI Life dan Bali International Hospital (BIH) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara sektor asuransi jiwa dan layanan kesehatan. (dok:BRIlife)
Perbankan & Asuransi

BRI Life dan Bali International Jalin Kemitraan Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life dan Bali International Hospital (BIH)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Pastikan Arah Penguatan Koperasi Saat Dialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

PAMEKASAN, Bisnistoday – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan arahan sekaligus berdialog...