www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Inovasi Kreativitas Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Melalui Pameran PasaRame TGP
Humaniora

Inovasi Kreativitas Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Melalui Pameran PasaRame TGP

Social Media

DEPOK, Bisnistoday – Mahasiswa Program Studi Desain Grafis, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), kembali menggelar Pasarame TGP 2026 pada 17-18 Januari 2026 di Mall Pesona Square, Depok sebagai ajang tahunan untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengubah ide abstrak menjadi produk nyata yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Melalui PasaRame TGP, mahasiswa menghadirkan beragam produk kreatif, mulai dari makanan, minuman, hingga craft. Seluruh produk merupakan hasil perancangan, produksi, dan strategi pemasaran yang dikerjakan langsung oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Konsep pameran ini merupakan implementasi metode Project Based Learning (PBL) dan startup project. Mahasiswa belajar secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan ide, pengembangan produk, hingga pemasaran langsung kepada konsumen.

Ketua Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Dr. Zulkarnain, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa capaian mahasiswa tidak semata diukur dari nilai akademik. Menurutnya, kemampuan mahasiswa mewujudkan ide kreatif menjadi produk nyata menjadi indikator keberhasilan pembelajaran.

“Bagi saya, keberhasilan mahasiswa terlihat dari bagaimana mereka mampu mengubah ide-ide abstrak menjadi karya yang bisa disentuh, dirasakan, dan dinikmati masyarakat,” ujarnya.

PasaRame TGP 2026 mengusung tema “In My Healing Era” dan menghadirkan 22 tenant kreatif yang dikelola oleh mahasiswa. Tema ini merepresentasikan pendekatan desain yang tidak hanya estetis, tetapi juga memberikan pengalaman emosional dan kenyamanan bagi pengunjung.

Ketua Penyelanggara, Anggi Anggarini, M.Ds., menjelaskan bahwa mahasiswa terlibat penuh dalam seluruh tahapan kegiatan. “Mahasiswa semester 1 bertanggung jawab pada instalasi dan visual, semester 3 menjadi panitia, dan semester 5 berperan sebagai penjual. Antusiasme dan dedikasi mereka sangat luar biasa,” jelasnya.

Area pameran dibagi ke dalam empat zona bertema “benua kreatif”, yakni Eurelease (Eropa), Renewest (Amerika), Zenville (Asia), dan Restiglaze (Antartika). Setiap zona dirancang oleh mahasiswa dengan pendekatan visual dan produk yang berbeda.

Selain pameran produk, PasaRame TGP 2026 juga menghadirkan rangkaian talkshow dan workshop sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Talkshow dari brand Kala membahas pengembangan proyek kuliah menjadi bisnis berkelanjutan, sementara Onigiri Studio menyoroti desain sebagai strategi penting dalam membangun proyek kreatif.

Workshop ByuByu mengajak pengunjung membuat dan menghias keychain versi diri sendiri. Kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai fasilitator kreatif yang mampu mengaplikasikan desain interaktif secara langsung.

Ketua Pelaksana Mahasiswa, Muhammad Rivaldho Roozanno, mengungkapkan bahwa koordinasi tenant dan performer menjadi tantangan utama. “Antusiasme mahasiswa dan performer sangat tinggi. Keberhasilan acara bukan hanya soal jumlah pengunjung, tetapi bagaimana seluruh proses berjalan lancar dan menjadi sarana belajar bersama,” ujarnya.

Selain tenant mahasiswa, beberapa tenant kolaboratif juga turut hadir, seperti KMDGI, Lumiclay, dan Serba.biru. Kehadiran mereka memperkaya variasi produk sekaligus menunjukkan kolaborasi lintas komunitas dalam ekosistem kreatif.

Direktur PNJ, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., menegaskan komitmen kampus dalam mendukung inovasi mahasiswa. “Kampus akan membiayai mahasiswa yang memiliki proposal bisnis kreatif. Ini merupakan bentuk dukungan nyata agar ide-ide mahasiswa dapat berkembang menjadi produk bernilai,” katanya.

Antusiasme pengunjung menjadi indikator keberhasilan PasaRame TGP 2026. Pengunjung tidak hanya membeli produk, tetapi juga dapat melihat langsung proses kreatif mahasiswa dari ide hingga implementasi.

Konsistensi penyelenggaraan PasaRame selama 12 tahun membuktikan relevansi acara ini sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa. Kegiatan ini membantu mahasiswa mengasah keterampilan praktis sekaligus membangun portofolio profesional.

PasaRame TGP bukan sekadar ajang jual-beli, melainkan media pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan desain kreatif, kewirausahaan, manajemen produk, dan strategi pemasaran.

Menurut Anggi Anggarini, M.Ds., pengalaman ini memberi mahasiswa kesempatan belajar langsung dari proses nyata. “Yang terpenting adalah proses belajar yang mereka jalani. Di situlah nilai utama PasaRame bagi mahasiswa,” tuturnya.

Dengan inovasi produk, kreativitas mahasiswa, serta keterlibatan komunitas, PasaRame TGP 2026 menegaskan peran Program Studi Desain Grafis, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, sebagai ruang pembelajaran kreatif yang relevan dan berdampak nyata bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

(E2 – KHAYLILA SAFITRI)

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Humaniora

Unpad Dorong Kuliah Non-Praktikum WFH, Respons Kebijakan Pemerintah

BANDUNG, Bisnistoday -Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa Universitas Padjadjaran (Unpad) menyambut...

Humaniora

UPI Atur WFH Setiap Jumat, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

BANDUNG, Bisnistoday - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menetapkan kebijakan Work From Home...

Anak Singa yang ditemukan di Pegunungan Santa Monica (dok: Oakland Zoo)
GLOBALHumanioraLingkungan

Ditinggal Induknya, Anak Singa Gunung ini Berhasil Diselamatkan

JAKARTA-Bisnistoday: Para ahli biologi di California, Amerika Serikat, baru-baru ini berhasil menyelamatkan...

Laporan OMbudsman
Humaniora

Dugaan Maladministrasi SK Gub Jabar, Komite Sekolah SMK IDN Bogor Laporkan ke Ombudsman RI

JAKARTA, Bisnistoday - Komite sekolah bersama perwakilan orang tua siswa dan siswa...