KAB, MIMIKA, Bisnistoday – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah berlangsung sukses, aman, dan sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, SPMB di Kabupaten Mimika memiliki cerita menarik yang salah satunya yaitu dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) banyak murid Mimika dapat masuk sekolah impiannya.
Cerita kesuksesan SPMB tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia SMP Negeri 2 Mimika, Pesta P. Pandiangan. Menurutnya, setiap berkas calon murid langsung diverifikasi oleh panitia, apabila ditemukan persyaratan yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis berkas dikembalikan kepada pendaftar untuk segera diperbaiki.
“Untuk jalur zonasi, proses verifikasi relatif berjalan lancar dan masyarakat dapat menerima ketentuan yang berlaku. Sementara untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi, prosesnya dilakukan secara lebih cermat dengan melibatkan dinas pendidikan agar seluruh keputusan benar-benar sesuai aturan,” jelas Pesta.
Ia turut menceritakan pengalaman menariknya selama proses SPMB. Seorang calon murid mendaftar melalui jalur prestasi dengan membawa beberapa sertifikat lomba. Setelah diverifikasi, panitia menemukan bahwa sertifikat tersebut hanya menunjukkan status sebagai peserta, bukan juara lomba sehingga tidak memenuhi persyaratan jalur prestasi.
Namun demikian, setelah dilakukan pengecekan terhadap nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), calon murid ternyata memperoleh nilai rata-rata TKA di atas 80. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, nilai akademik tersebut akhirnya menjadi dasar diterimanya peserta didik melalui jalur prestasi. “Orang tua murid bahkan tidak menyangka bahwa nilai TKA anaknya justru menjadi faktor utama yang mengantarkannya diterima di sekolah yang diimpikan,” terang Pesta.
Pengalaman serupa juga dirasakan langsung oleh salah seorang orang tua calon murid, Julius P. Saragih. Pada tahun ajaran 2026/2027 ini ia mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi berdasarkan nilai TKA. “Nilai TKA sangat membantu anak kami. Jalur prestasi bukan hanya ditentukan oleh prestasi lomba, tetapi juga kemampuan akademik. Jika kami menggunakan jalur domisili, kemungkinan besar anak kami tidak akan diterima karena berada di luar wilayah yang ditetapkan,” tutur Julius./










































