www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home GLOBAL Israel Gempur Libanon, Upaya Gencatan Senjata Terancam Batal
GLOBALKawasan Global

Israel Gempur Libanon, Upaya Gencatan Senjata Terancam Batal

Skala serangan Israel ke Libanon pada Rabu (8/4) mendapat kecaman dari ketua hak asasi manusia PBB, Volker Turk.

Konfik di Timur Tengah. (dokUNICEF/UN0770707/Filippov)
Konflik di Timur Tengah. (dokUNICEF/UN0770707/Filippov)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday: Upaya gencatan senjata untuk meredam konflik di Timur Tengah, terancam berantakan. Pasalnya, salah satu pihak yang bertikai, Israel tetap memborbardir Libanon. Iran pun bereaksi dengan kembali memblokade kapal tanker di Selat Hormuz.

Padahal, sehari sebelumnya, AS dan Iran sepakat untuk menghentikan sementara perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Gencatan senjata ini berlangsung selama dua pekan. Mereka juga setuju untuk berunding di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026).

Iran dan Pakistan (yang menjadi perantara gencatan senjata) pada menit-menit terakhir, sama-sama menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut, mencakup Libanon.

Namun, menurut Guardian, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak setuju. Pasukan Israel pun tetap melancarkan serangan mereka ke Libanon.

Begitu pula Donald Trump. Setelah awalnya bungkam, Presiden AS ini mengatakan Libanon adalah “konflik terpisah” dan bukan bagian dari kesepakatan.

PBB Mengecam

Skala serangan Israel ke Libanon pada Rabu (8/4) mendapat kecaman dari ketua hak asasi manusia PBB, Volker Turk.

“Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya. Hal ini mengganggu upaya proses perdamaian  yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil,” katanya.

Dalam pernyataan yang bernada keras, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Israel dan AS telah melanggar beberapa klausul gencatan senjata sementara.

Ia juga mengecam pemboman agresif Israel terhadap Libanon dan tuntutan AS bahwa Iran tidak berhak untuk memperkaya uraniumnya sendiri.

“Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral atau negosiasi menjadi tidak masuk akal,” bunyi pernyataan tersebut.

Meskipun pernyataan tersebut tidak mengumumkan penolakan Iran terhadap gencatan senjata, hal itu tetap mengindikasikan bahwa ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.

Kantor berita Fars mengatakan Iran telah menghentikan kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz sebagai akibat dari “pelanggaran gencatan senjata” Israel.

Iran seharusnya membuka kembali selat tersebut selama dua minggu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Harga minyak pun sempat turun tajam di bawah US$100 per barel dalam beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan, yang memicu lonjakan pasar saham global.

Namun, kabar gembira tersebut tidak berdampak langsung bagi ratusan kapal tanker yang terjebak di Teluk akibat konflik. Mereka kini sedang menunggu persetujuan dari perusahaan asuransi sebelum mulai bergerak dan melaporkan gangguan berkelanjutan pada sistem navigasi satelit mereka.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...

Presiden AS Donald J Trump.
EKONOMIKawasan Global

Trump akan Terapkan Tarif Baru pada Lebih dari 80 Negara

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat akan mengenakan tarif antara 10% atau 12,5%...

Platform Media Sosial (dok:Unsplash.cpm/Berke-citak)
GLOBALKawasan Global

Prancis Sahkan RUU yang Melarang Anak Gunakan Medsos

JAKARTA, Bisnistoday - Parlemen Prancis mengesahkan RUU yang melarang penggunaan media sosial...