www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Jelang Rilis Data Inflasi AS, IHSG Menguat
BURSA & KORPORASI

Jelang Rilis Data Inflasi AS, IHSG Menguat

IHSG MENGUAT: IHSG pada Perdagangan Kamis (21/4) ditutup menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi pemeritah AS
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Setelah dalam beberapa hari perdagangan mengalami tekanan, pada perdagangan Rabu (30/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 36,44 poin atau 0,61 persen ke posisi 5.985,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,84 poin atau 0,7 persen ke posisi 844,85.

“Investor mengantisipasi rilis perhitungan awal (flash) data laju inflasi (CPI dan core CPI) bulan Juni di zona Euro serta rilis data ADP Employment Report bulan Juni di AS nanti malam,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (30/6).

Mengakhiri semester I/2021, indeks saham di Asia sore ini ditutup variatif dengan kecenderungan turun setelah data memperlihatkan ekspansi aktivitas di sektor manufaktur China melambat ke level terendah dalam empat bulan terakhir.

Ekspansi manufaktur tersebut tertekan oleh tingginya harga bahan mentah, kelangkaan semikonduktor, serta lonjakan kasus penularan virus Covid-19 di Provinsi Guangdong yang merupakan pintu gerbang ekspor dari China.

Data resmi Manufacturing PMI yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional turun ke level 50,9 pada Juni dari level 51 pada Mei namun masih lebih tinggi dari ekspektasi analis yang berada di 50,8.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di di teritori positif sepanjang perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dengan sektor barang konsumen non-primer naik paling tinggi yaitu 1,11 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan masing-masing 0,5 persen dan 0,2 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen primer sebesar minus 0,39 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp472,32 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.173.371 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,89 miliar lembar saham senilai Rp12,67 triliun. Sebanyak 253 saham naik, 240 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 21,08 poin atau 0,07 persen ke 28.791,53, Indeks Hang Seng turun 166,15 poin atau 0,57 persen ke 28.827,95, dan Indeks Straits Times meningkat 40,97 poin atau 1,33 persen ke 3.130,46.

Rupiah Merosot

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah, seiring investor yang menanti data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini.

Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.500 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.485 per dolar AS.

“Investor mencerna penyebaran yang memburuk dari varian Delta Covid-19 yang lebih ganas sambil menunggu data pekerjaan AS yang penting untuk arah kebijakan moneter Federal Reserve AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dikutif Antara, Rabu.

Penyebaran varian Delta Covid-19 di sejumlah negara telah menurunkan minat investor. Meningkatnya jumlah kasus baru dinilai menimbulkan ancaman bagi pemulihan ekonomi global.

Di sisi lain, investor menunggu laporan data ketenagakerjaan AS untuk Juni yang akan dirilis pada Jumat (1/7).

Sementara itu investor juga mencerna komentar salah satu anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (Fed) Christopher Waller yang sangat optimis tentang ekonomi AS dan memprediksi bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga pada 2022.

Dari dalam negeri, investor sedang menunggu kejelasan pengetatan pembatasan sosial guna meredam penyebaran Covid-19 dalam bentuk PPKM Mikro Darurat yang kabarnya akan dilakukan pada 2 hingga 20 Juli 2021.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.500 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.500 per dolar AS hingga Rp14.544 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.542 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.496 per dolar AS./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kembali Meraih Penghargaan “Indonesia Best Digital Innovation Award 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025...