www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home LIFESTYLE John Herdman Kirim Pesan Keras, Sindir Pelatih Doyan Endorse?
LIFESTYLESport & Health

John Herdman Kirim Pesan Keras, Sindir Pelatih Doyan Endorse?

Sepak Bola
Social Media

Jakarta, BisnisToday – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampaknya mulai mengirim pesan keras ke seseorang.

Pelatih asal Inggris yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu bukan sekadar berbicara soal taktik, fisik, atau strategi permainan.

Ia seperti sedang menyentil budaya sepak bola yang selama ini terlalu sibuk membangun popularitas dibanding prestasi.

Dalam dialog eksklusif di kanal YouTube Bola.com, Herdman melontarkan pernyataan yang langsung memancing tafsir publik.

Ia menegaskan tidak membutuhkan orang-orang yang datang hanya demi sorotan kamera, angka followers di media sosial, atau kontrak komersial.

“Jika saya pikir Anda datang demi ketenaran, uang, tambahan 100 ribu followers Instagram, atau kontrak endorsement, saya tidak percaya kepada Anda,” ujar Herdman, Jumat (15/5/2026).

Sederhana Tapi Bermakna

Namun di tengah kultur sepak bola Indonesia yang belakangan ramai dengan panggung media sosial, konten viral, hingga pencitraan personal, ucapan Herdman terasa seperti tamparan terbuka.

Publik pun mulai mengaitkan pernyataan tersebut dengan era sebelumnya.

Selama beberapa tahun terakhir, atmosfer Timnas Indonesia memang berubah menjadi magnet industri hiburan sepak bola.

Pemain menjadi selebritas baru, media sosial penuh glorifikasi, sementara setiap momentum timnas selalu dibungkus drama emosional dan perang narasi.

Herdman tampaknya ingin menarik Timnas Indonesia keluar dari kebiasaan itu.

Ia berbicara tentang fondasi, mentalitas, dan perubahan jangka panjang.

Bukan sekadar euforia sesaat atau pencitraan yang ramai di internet tetapi sepi prestasi nyata.

“Tetapi saya percaya kepada Anda jika saya melihat mata Anda dan tahu benar-benar bahwa Anda ada di sini untuk mengubah negara selamanya,” tegas Herdman.

Garis Pembatas:

Herdman seolah ingin menegaskan bahwa proyek Timnas Indonesia tidak boleh berhenti pada popularitas pelatih, kultus individu, atau kebanggaan semu karena viral di Asia Tenggara.

Baginya, sepak bola besar lahir dari disiplin, sistem, dan pengorbanan, bukan dari potongan video motivasi yang beredar di TikTok, Instagram atau kanal media sosial.

Sindiran itu mungkin tidak menyebut nama siapa pun. Namun publik sepak bola Indonesia paham arah anginnya.

Herdman datang dengan reputasi membangun sistem sepak bola Kanada secara senyap hingga akhirnya menembus Piala Dunia.

Ia tampaknya ingin menghapus budaya “tim konten” dan mengubahnya menjadi tim kompetitif.

Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling populer di media sosial.

Herdman seperti sedang mengingatkan satu hal sederhana, sejarah sepak bola tidak ditulis oleh jumlah followers, tetapi oleh kemenangan di lapangan.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LIFESTYLE

Pocari Sweat Run 2026 Targetkan Tak Ada Sampah Plastik ke TPA

BANDUNG, Bisnistoday - Penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2026 di Kota Bandung menargetkan...

LIFESTYLE

Pocari Sweat Run 2026 Hari Pertama Lancar, Pengaturan Jalan Jadi Evaluasi

BANDUNG, Bisnistoday - Pelaksanaan hari pertama lomba lari Pocari Sweat Run 2026...

LIFESTYLE

Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kembangkan Solusi Sustainability Berbasis Ekonomi Sirkular 

BANDUNG, Bisnistoday - Sampoerna University bersama Institute of Science Tokyo, Jepang, kembali...

Penampilan tim voli putri Indonesia saat melawan Jepang di Asian Games 2026 (Dok:Antara)
Sport & Health

Kontingen Indonesia Tampilkan Budaya Batak di Pembukaan Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Asian Games ke-20, resmi dibuka Sabtu (19/9/2026) sore ini,...