TANGSEL Bisnistoday – PT Pos Indonesia (PosIND) melalui Kantor Cabang Pos Pondok Aren, Tangerang Selatan, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra 2025 kepada 8.700 Keluarga Penerima Manfaaat (KPM. Penyaluran BLTS Kesra pada Selasa (9/12) berlangsung tertib dan lancar.
Menurut Koordinator Cabang Pos Pondok Aren, Sujana bahwa total sekitar 8.700 KPM tersebut untuk warga yang berada di Kecamatan masing-masing. Sedangkan Pos Pondok Aren telah mengatur penjadwalan ketat guna memastikan penyaluran tidak menumpuk pada satu lokasi tertentu.
“Kami melakukan konsolidasi dengan tiap kelurahan. Jika satu lokasi melebihi kapasitas, jadwal dibagi pagi dan siang,” jelas Sujana. Harapannya, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasa puas dengan kualitas layanan Pos Indonesia.
Lurah Pakulonan, Dwi Santoso menuturkan kerja sama intens antara pihak kelurahan dan Pos Indonesia mempermudah proses penyaluran BLTS Kesra. Melalui mekanisme parallel yakni penyaluran di kantorpos dan komunitas, mempercepat layanan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, Pos Indonesia menurunkan lebih dari satu petugas di tingkat kelurahan untuk menjaga kelancaran distribusi. “Alhamdulillah penyalurannya bagus,” ujarnya. Ia menyebut bahwa ada sedikit penumpukan, namun situasi tetap terkendali.
Dwi juga mendorong warga menggunakan dana bantuan secara tepat dan tidak menyalahgunakannya, terutama untuk aktivitas merugikan seperti judi online. Pada kesempatan yang sama, ia menyebut penyaluran BLTS hari itu bertepatan dengan peluncuran Koperasi Merah Putih sehingga warga dapat langsung berbelanja kebutuhan pokok.
Ayu Astuti, seorang pekerja swasta, mengaku bersyukur menerima bantuan tanpa sebelumnya mendaftar. Ia mengatakan, pelayanan kantorpos yang dinilainya cepat dan jelas. Bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan anaknya. Begitupun, Eri Susilawati, ibu rumah tangga dengan banyak anak, mengatakan bantuan ini sangat membantu untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari. “Pelayanannya sangat memuaskan,” ujarnya.
Sementara itu, Nasrudin, seorang pandai besi, memanfaatkan bantuan untuk menutup utang serta membeli bahan baku pekerjaannya. Ia merasa pelayanan cepat dan tidak membuat warga menunggu lama.//



