www.bisnistoday.co.id
Selasa , 14 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Karupuak Sanjai, Cemilan Khas Minangkabau yang Mendunia
Ekonomi Rakyat

Karupuak Sanjai, Cemilan Khas Minangkabau yang Mendunia

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Salah satu makanan ringan atau cemilan terkenal, khususnya dari Bukittinggi, Sumatera Barat, adalah KARUPUAK SANJAI. Kerupuk Sanjai memiliki sejarah panjang yang menarik untuk diulas karena berawal dari industri rumahan.

Nama “Sanjai” berasal dari nama sebuah jalan atau daerah di bagian utara Kota Bukittinggi, tepatnya di Desa Manggis, Kelurahan Manggis Gantiang Sanjai. Di daerah inilah keripik singkong ini pertama kali diproduksi dan menjadi sentra industri rumah tangga.

Industri Karupuak Sanjai diperkirakan dimulai sekitar tahun 1970-an oleh tiga orang nenek pengrajin keripik singkong yang berjualan di Pasar Atas, Bukittinggi. Mereka memanfaatkan hasil kebun singkong yang melimpah di daerah tersebut sebagai camilan untuk keluarga.

Karena banyak anak di rumah, mereka berinisiatif membuat kerupuk dari singkong.

Keripik singkong ini awalnya dijajakan di warung-warung dan ternyata sangat laku. Pedagang pasar pun mulai mencari langsung ke para nenek pembuat keripik di Sanjai. Keripik ini kemudian mulai meramaikan Los Maninjau di Pasar Atas, Bukittinggi. Dari situlah, orang-orang mulai menyebutnya, “Oh! karupuak dari Sanjai ini, ya?” dan akhirnya nama “Karupuak Sanjai” melekat dan dikenal luas.

Pada awalnya, Karupuak Sanjai dibuat dalam jenis tawar (berwarna putih, hanya diberi garam) dan asin (berwarna kekuningan dari kunyit). Seiring waktu, inovasi pun berkembang. Varian balado yang pedas dan manis, dibalut dengan bumbu pedas khas Minang (cabai giling, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya), menjadi sangat populer dan identik dengan Kerupuk Sanjai.

Kini, ada juga varian rasa lain seperti rendang, barbeque, dan keju.

Meskipun kini banyak daerah memproduksi kerupuk serupa, Sanjai tetap mempertahankan metode tradisionalnya. Salah satu ciri khas uniknya adalah teknik pemotongan singkong yang sangat tipis, bahkan ada yang masih menggunakan teknik pemotongan di atas paha tanpa alas kayu. Proses pengolahan masih melibatkan penggorengan menggunakan minyak panas, lalu pencampuran dengan bumbu khas. Kearifan lokal ini menjaga cita rasa autentik Karupuak Sanjai.

Kerupuk Sanjai tidak hanya menjadi camilan lezat, tetapi juga menjadi simbol budaya dan tradisi masyarakat Nagari Sanjai. Keberadaannya telah memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan taraf hidup.

Kampung Sanjai kini menjadi sentra industri rumah tangga keripik singkong di Bukittinggi dan menjadi salah satu destinasi utama untuk mencari oleh-oleh khas.

Secara keseluruhan, Kerupuk Balado Sanjai adalah hasil dari kearifan lokal dan semangat kewirausahaan masyarakat Bukittinggi yang berhasil mengubah hasil kebun singkong menjadi salah satu kuliner legendaris dan ikon oleh-oleh Sumatera Barat.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Harkopnas ke-79: Pesta Rakyat Sukses Hidupkan Semangat Gotong Royong Komunitas

JAKARTA - Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dimeriahkan dengan kolaborasi strategis...

Pertemuan anatara pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PT Perkebunan Nusantara I/ PTPN I (Persero) di Lampung Selatan, Sabtu (11/7/2026)
Ekonomi Rakyat

Kolaborasi Kemenko Pangan dan PTPN I Wujudkan Pusat Pembibitan Perkebunan Modern

JAKARTA, Bisnistoday – Sejumlah pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PT...

Logo BUMN (dok:Ist)
Ekonomi Rakyat

Kinerja BUMN Menguat, Pengamat Soroti Munculnya Motor Pertumbuhan Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada...

Sentra IKM
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Sentra IKM Tenun dan Olahan Pisang Menggerakan Ekonomi di Manggarai Timur

MANGGARAI TIMUR, Bisnistoday – Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Olahan Pisang...