JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) merasa kesal dituding merugikan kinerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, akibat pembiayaan kereta cepat Whoosh Jakarta Bandung. Tagihan terhadap KCIC, masih dalam proses serta harus melalui prosedur administrasi secara good gavernance.
“Adapun terkait klaim sebesar Rp5 triliun yang disampaikan pada sejumlah pemberitaan, dapat kami sampaikan bahwa dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG),” ungkap Eva Chairunisa, Corporate Secretary PT KCIC dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (17/7).
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, belum lama ini, Dirut PT WIKA, Agung Budi Waskito mengatakan, bahwa kerugian besar perusahaan akibat adanya penyelesaian Whoosh. Perusahaan telah menyertakan modal sebesar Rp6,1 triliun serta masih ada tunggakan pembayaran Rp5,5 triliun sehingga hampir mencapai Rp12 triliun.
Dengan kondisi ini, lanjut Agung Budi, WIKA terpaksa untuk melakukan penggalangan pinjaman melalui obligasi sekitar Rp11 triliun dengan bunga cukup tinggi. Kendati, lanjut Agung, bahwa kerugian WIKA juga ada karena beban property lainnya. “Beban lainya, sejak 2022 mengalami kerugian PSBI (PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia) Kereta Cepat cukup besar.”
Eva Chairunisa, lebih lanjut menjelaskan, pembangunan kereta cepat tentunya ditujukan untuk kemajuan transportasi di indonesia agar dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian antara Jakarta dan Bandung melalui transportasi massal ramah lingkungan yang modern. “Dalam proses pembangunannya, proyek Kereta Cepat Whoosh sudah mempertimbangkan banyak hal yang telah dikordinasikan bersama seluruh stakeholder yang terlibat.”
Saat ini, lanjut Eva, operasional Whoosh terus mengalami peningkatan dimana jumlah perjalanan terus bertambah dari 14 perjalanan reguler per hari di Oktober 2023, menjadi 48 perjalanan reguler perhari sejak Mei 2024. Selanjutnya pada awal tahun 2025 di programkan jumlah perjalanan kereta dapat mencapai hingga 62 per hari.
“Rata-rata volume penumpang Whoosh perhari juga mengalami peningkatan secara bertahap dengan rekor penumpang tertinggi saat ini sudah mencapai 24 ribu per hari.”
Sebelumnya diawal beroperasi pada oktober 2023 rata2 volume penumpang whoosh sekitar 9000 per hari, saat ini Berdasarkan data Juli 2024 rata2 perhari sudah mencapai 17 s.d 18 ribu per hari pada saat weekday dan 18 s.d 22 ribu penumpang per hari pada saat akhir pekan atau weekend dengan rekor tertinggi 24 ribu pada 5 Juli 2024.
Sejumlah peningkatan terus dilakukan KCIC salah satunya memberikan kemudahan untuk masyarakat dapat menjangkau stasiun whoosh dengan menghadirkan Integrasi antarmoda. saat ini seluruh stasiun whoosh yang beroperasi sudah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Tingkatkan Konektivitas
Dalam keteranganya, Eva Chairunisa mnejelaskan, kemajuan Whoosh. Di stasiun Halim tersedia layanan LRT Jabodebek, Bus Transjakarta, Bus menuju Bandara Soekarno-Hatta, Shuttle menuju Bandara Halim Perdanakusuma, serta Taksi dan Transportasi Online. Di stasiun Padalarang tersedia layanan KA Feeder, Commuter Line, Bus Trans Metro Pasundan, Shuttle menuju Kawasan Kota Baru Parahyangan serta Taksi dan Transportasi Online.
“Di Stasiun Tegalluar tersedia layanan Shuttle menuju Bandung, Bus menuju kawasan Summarecon Bandung, serta Taksi dan Transportasi Online,” tuturnya.
Tidak hanya itu, lanut Eva, KCIC juga memberikan kemudahan masyarakat untuk melakukan transaksi tiket melalui beragam inovasi yang terus dilakukan. saat ini masyarakat sudah dapat melakukan pembelian melalui Aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, Ticket Vending Machine, Loket serta aplikasi mitra seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, BRImo, dan BNI Mobile Banking.//




