www.bisnistoday.co.id
Selasa , 29 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Komisi X DPR Minta Fasilitas Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Ditingkatkan
Humaniora

Komisi X DPR Minta Fasilitas Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Ditingkatkan

Wakil Ketua Komisi X DPR
Himmatul Aliyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Usai Peluncuran program Pelatihan Pendidikan Inklusif, di SMP 16, Pal Merah, Jakarta, Senin (20/4)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – DPR RI mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pelayanan pendidikan secara inklusif di berbagai pelosok daerah. Terutama penyediaan tenaga pendidik tingkat mahir bagi murid berkebutuhan khusus sangat penting direalisasikan.

“Program pendidikan yang dirancang bagi anak bangsa, bahwa pendidikan merupakan proses dan dasar fondasi bangsa. Ini sesuai dengan amanh UUD bahwa pendidikan harus menjangkau bagi semua (inklusif),” urai Himmatul Aliyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI saat memberikan sambutan pada Peluncuran program Pelatihan Pendidikan Inklusif, di SMP 16, Pal Merah, Jakarta, Senin (20/4) dengan tajuk “Mewujudkan Layanan Pendidikan Bermutu  dan Berkeadikan untuk Semesta.

Himmatul mengapresiasi program pelatihan guru hingga tingkat mahir bagi peningkatan layanan bagi murid berkebutuhan khusus. Guru bagi murid khusus memiliki tantangan tidak mudah karena itu, butuh guru khusus dan terlatih.

“Tantangan lain fasilitas yang belum merata. Memang ada program revitalsiasi sekolah tetapi belum menjangkau beberapa daerah. Pendidikan untuk semua, didukung sarana dan pransana untuk anak berkebutuhan khusus. Juga, guru pendamping serta penilaian khusus.”

Himmatul mengatakan, pendidikan inklusif hak semua murid termasuk anak berkebutuhan khusus. Mungkin selama ini, anak berkebutuhan khusus bersekolah di sekolah umum mengalami perundungan karena keterbatasannya. “Selain fasilitas,dan penilaian juga butuh kurikulum khusus bagi anak berkebutuhan khusus.”

Peserta Pelatihan Ditambah

Sementara, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikdasmen, Nunuk Suryani mengatakan, guru yang mengikuti pelatihan pendidikan inklusif dan pendamping guru  untuk tahap pertama dari berbagai daerah sebanyak 889 guru.

Hingga akhir tahun ini, menurut Nunuk akan terus ditambah hingga 2600 guru yang mengikuti pelatihan sampai akhir tahun. Untuk batch I pelatihan guru ini, terbanyak diikuti oleh peserta dari Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 25 provinsi dilibatkan dalam pelatihan guru inklusif dari berbagai daerah.

“Usai mendapatkan pelatihan materi, maka para guru menjalankan praktik magang sekitar dua hari di kelas.Nantinya mereka menjadi koordinator pendidikan inklusif di daerahnya masing-masing.”/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perbaikan Sekolah
Humaniora

Kemendikdasmen Revitalisasi 89 Sekolah di Demak

KAB. DEMAK, Bisnistoday.co.id - Kondisi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana...

WISUDA STIP Abdi Negara
Humaniora

Saling Berbagi Peran, Jangan Terjebak Dikotomi PTN dan PTS

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Praktisi pendidikan menilai, bahwa dalam dekade terakhir pendidikan tinggi...

Humaniora

Dukung Program Prioritas Pendidikan 2027, Komisi X DPR RI Setujui Pagu Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu Kementerian Pendidikan...

Humaniora

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas “Business Streamlining” BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

JAKARTA, Bisnistoday– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui Direktur Human Capital...