JAKARTA, Bisnistoday- Setelah dalam beberapa hari mengalami pelememahan, pada perdagangan Kamis (18/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 70,6 poin atau 1,12 persen ke posisi 6.347,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 17,22 poin atau 1,83 persen ke posisi 956,84.
Penguatan kali ini dipicu oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,5 persen. Selain itu, keputusan The Fed dalam mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 0,25 persen masih diapresiasi para pelaku pasar.
“Para gubernur bank sentral optimis bahwa pemulihan ekonomi global berlangsung dengan progresif,” kata Analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji seperti dikutif Antara di Jakarta, Kamis (18/3).
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.
Pada perdagangan Kamis (18/3), IHSG terus berada di zona hijau pada sesi pertama hingga penutupan sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,61 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing 1,54 persen dan 1,49 persen.
Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 4,26 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti & real estat masing-masing minus 1,05 persen dan minus 0,61 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp622,84 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.150.488 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,99 miliar lembar saham senilai Rp11,29 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 236 saham menurun, dan 168 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 18 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.410 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.428
“Penguatan rupiah didorong statement dovish dari The Fed. BI juga ada membantu,” kata Analis Asia Valbury Futures, Lukman Leong.
Bank sentral AS, The Fed kembali menahan suku bunga acuan pada level 0-0,25 persen. Sementara Bank Indonesia juga menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell meredam spekulasi prospek ekonomi yang lebih kuat yang dapat mendorong bank sentral untuk menarik kembali stimulusnya.
“Powell juga mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga hingga tahun 2023, bahkan ketika melihat pemulihan yang cepat di ekonomi terbesar dunia itu,” ujar Ibrahim./







































