www.bisnistoday.co.id
Jumat , 23 Oktober 2026
Home EKONOMI Kemendag Catat Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemendag Catat Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

PERDAGANGAN SURPLUS : Aktifitas bongkar muat salah satu pelabuhan internasional belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia kembali terjadi pada Juli 2022 dengan nilai sebesar USD 4,23 miliar. Surplus ini melanjutkan tren surplus yang dialami sejak Mei 2020. Geliat ekonomi nasional semakin positif. 

“Surplus perdagangan bulan Juli 2022 sebesar USD 4,23 miliar ini disumbang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 7,31 miliar, sedangkan neraca perdagangan migas defisit USD 3,08 miliar. Surplus perdagangan di bulan Juli 2022 melanjutkan tren surplus yang dialami sejak Mei 2020 atau tepatnya selama 26 bulan terakhir,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan, dalam keteranganya di Jakarta, Selasa (16/8). 

Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan, surplus neraca perdagangan secara kumulatif selama periode Januari–Juli 2022 mencapai USD 29,17 miliar. Surplus ini ditopang oleh surplus sektor nonmigas USD 43,93 miliar, sementara defisit sektor migas sebesar USD 14,76 miliar. 

Negara-negara mitra dagang yang menjadi penyumbang surplus terbesar di sektor nonmigas di bulan Juli 2022 yaitu India dengan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 1,44 miliar. Selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Filipina, Jepang, dan Taiwan yang berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan secara keseluruhan sebesar USD 3,84 miliar.

Sementara itu, negara-negara yang menjadi penyumbang defisit perdagangan terbesar yaitu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Australia dengan total keseluruhan mencapai USD 2,14 miliar. 

Menanggapi perkembangan kondisi global saat ini, Mendag Zulkifli Hasan menekankan adanya hal yang perlu diwaspadai Indonesia. “Walaupun performa neraca perdagangan kembali positif, kita perlu mewaspadai ketegangan yang terjadi antara RRT dan Taiwan mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia untuk keperluan industri,” jelas Mendag Zulkifli Hasan./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemasangan Keramik
Ekonomi & Bisnis

Pasokan Gas dan Pengetatan Impor Untuk Lindungi Industri Keramik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan komitmen pemerintah untuk...

Peluncuran Premier One di Bunga Rampai, Jakarta pada Selasa (21/10/2026). Foto: Zahwah Alya Annisa
Ekonomi & Bisnis

Premier One Perkuat Layanan Pengelolaan Kekayaan dan Mendukung Setiap Ambisi Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Bank OCBC NISP Tbk. (OCBC) memperkenalkan Premier One...

Mal Ciputra
Ekonomi & Bisnis

Mahasiswa Universitas Ciputra Jakarta Dalami Strategi Dunia Bisnis Ritel Di Mal Ciputra Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Mal Ciputra Jakarta menerima kunjungan 45 mahasiswa dan 2...

Logo BI
Ekonomi & Bisnis

Pengamat: BI Rate Berpeluang Ditahan di 5,75 Persen, Kenaikan Jadi Opsi Jika Tekanan Rupiah Berlanjut

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan atau...