www.bisnistoday.co.id
Senin , 20 April 2026
Home EKONOMI Kemendag dan Kadin Gelar Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 
EKONOMI

Kemendag dan Kadin Gelar Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 

Menteri Perdagangan, M Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ hari ini, Kamis (11/11) secara hibrida.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, ‘Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ yang akan digelar pada 18 November 2021 mendatang akan semakin memperkenalkan posisi Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. 

“Kami ingin bersama-sama memotret kekuatan pasar fesyen muslim Indonesia agar dapat diekstensifkan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Tugas Kementerian Perdagangan adalah sebagai agregator semua pemangku kepentingan untuk menciptakan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia,” ungkap Menteri Perdagangan, M Lutfi  dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ hari ini, Kamis (11/11) secara hibrida.

Konferensi pers tersebut turut menghadirkan perwakilan KADIN Indonesia sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional, Anne Patricia Sutanto sebagai narasumber. Mendag Lutfi menilai, industri fesyen muslim Indonesia yang terus tumbuh pesat semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain besar di industri fesyen muslim global. 

The State of Global Islamic Economic menyatakan, konsumsi industri fesyen muslim di Indonesia mencapai USD 21 miliar dan pertumbuhan rata-rata 18,2 persen per tahun. Hal ini menjadikan pasar fesyen muslim Indonesia sebagai yang terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Arab Saudi dan Pakistan. Hal ini memperlihatkan kalau Indonesia memiliki peran penting sebagai konsumen fesyen muslim dan punya prospek yang besar dalam mendominasi distribusi produk fesyen muslim secara global. 

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Acara ini akan dilaksanakan di Aquatic Stadium Gelora Bung Karno, Jakarta pada Kamis (18/11) mendatang. 

Lebih lanjut, Mendag Lutfi, Kemendag memiliki tugas untuk menyatukan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, industri, akademisi, asosiasi, hingga desainer agar dapat berkolaborasi untuk mengukuhkan kekuatan pasar fesyen muslim Indonesia. 

Menurutnya, urgensi membangun ekosistem industri fesyen muslim lokal adalah mendukung pelaku usaha fesyen muslim Indonesia, yang sekitar 90 persennya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mendapatkan daya tawar yang lebih baik di pasar global. 

“UKM sulit bersaing di pasar internasional jika berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, kami ingin mengumpulkan semua pemangku kepentingan dalam satu naungan ekosistem, sehingga Indonesia memiliki daya tawar yang lebih baik dalam hal ekspor,” tutur Mendag Lutfi. 

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week akan menampilkan peragaan busana dari 39 merek fesyen muslim Indonesia. Selain itu, akan ada booth dan mini showcase dari beberapa merek kosmetik Indonesia yang bersertifikasi halal, di antaranya PT Mustika Ratu, Tbk dan Wardah. Keduanya menjadi pendukung acara sebagai official make up & hairdo pada fashion parade. 

“Embracing Jakarta Muslim Fashion Week adalah sebuah upaya inisiasi untuk merangkul semua pihak yang menunjang sektor fesyen muslim. Kami ingin agar ekosistem yang terbangun dapat menunjang Indonesia menjadi jagoan di lokal dan internasional. Tren ini harus dimulai oleh Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia,” kata Anne Patricia Sutanto. 

Pasar Muslim Dunia 

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021 ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan Jakarta Muslim Fashion Week yang akan diluncurkan secara resmi di tahun 2022 sebagai bagian dari rangkaian acara Trade Expo Indonesia ke-37 pada 2022 mendatang. Jakarta Muslim Fashion Week akan menjadi program tahunan Kemendag dan KADIN. 

Mendag Lutfi menilai, kekuatan fesyen muslim Indonesia terletak pada keragaman desainnya yang kaya ciri khas budaya serta dukungan dari industri garmen dan tekstil yang besar. Semua keunggulan ini penting untuk diperkenalkan ke dunia mode Internasional melalui acara Jakarta Muslim Fashion Week. Melalui ajang ini, fesyen muslim Indonesia menjadi semakin kuat di pasar domestik dan peluang bisnis ke pasar global akan terbuka luas, hingga pada akhirnya dapat menetapkan posisi Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. 

Pada Jakarta Muslim Fashion Week 2022, konsep Jakarta Muslim Fashion Week berfokus pada tema edukasi dengan terus memberi pesan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah bagi fesyen muslim, sekaligus paralel memperkuat industri fesyen muslim di dalam negeri dan memperkuat penjenamaan fesyen muslim Indonesia ke pasar global. 

Dengan semakin kuatnya eksistensi label dan desainer fesyen muslim Indonesia, para pembeli dari luar negeri diharap semakin mengakui produk-produk Indonesia. Pada tahun 2023, Indonesia diharap dapat berperan aktif dalam peta fesyen internasional. Selain itu Jakarta Muslim Fashion Week diharap dapat menjadi bagian dari kalender fesyen Internasional./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Di Depan Ketua DPRD Se-Indonesia, Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa

MAGELANG, Bisnistoday –  Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Dewan Perwakilan Rakyat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Besar Kelebihan Dana, Kemenkop Dorong Dukung Kopdes

YOGYAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi besar memberikan dukungan kepada Koperasi...

EKONOMIGLOBALKawasan Global

Dampak Konflik Timur Tengah Bayangi Pertemuan IMF

JAKARTA, Bisnistoday - Perang antara AS dan Israel dengan Iran menjadi topik...

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi (dok: PTPN)
EKONOMIEkonomi Rakyat

PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

BOGOR, Bisnistoday  –  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan...