JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) fokus peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai daerah Indonesia, termasuk yaitu di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program ini tidak hanya menghadirkan perbaikan fisik bangunan sekolah, namun juga memperkuat lingkungan belajar yang lebih aman dan menjadi bukti nyata upaya perwujudan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Kepala TK Pembina Negeri Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Albertina Insyur mengungkapkan, pada tahun 2025 TK Pembina Negeri Senggi memperoleh empat menu bantuan revitalisasi, yaitu rehabilitasi tiga ruang kelas baru (RKB), pembangunan toilet, pembangunan ruang kelas, dan pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Kami sangat bersyukur dengan revitalisasi ini. Sebagai sekolah yang berada di tapal batas Indonesia-Papua Nugini, bertahun-tahun sekolah kami belum tersentuh pembangunan. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian kepada kami. Semua murid sangat bahagia karena kini memiliki fasilitas baru dan lingkungan belajar yang jauh lebih nyaman,” papar Albertina.
Sementara, Kepala SMP Islam Darul Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Ihsan Sopiandi menilai, pada revitalisasi tahun 2025 sekolahnya mendapatkan enam menu pembangunan, yaitu pembangunan empat RKB, pembangunan Laboratorium IPA, pembangunan ruang administrasi, pembangunan ruang UKS, pembangunan ruang perpustakaan, dan pembangunan toilet. Seluruh pembangunan tersebut telah rampung pada akhir tahun 2025 dengan total nilai anggaran lebih dari Rp2,9 miliar.
“Program revitalisasi yang kami dapatkan membawa perubahan yang sangat nyata bagi sekolah kami. Ruang belajar sekolah kini menjadi lebih representatif dan layak karena sebelumnya kami belum memiliki ruang belajar yang memadai. Sekarang seluruh murid sekolah kami dapat belajar dengan nyaman di ruang kelas hasil revitalisasi,” ungkap Ihsan.
Ihsan menambahkan, dampak revitalisasi juga turut meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolahnya. Dahulu, keterbatasan ruang belajar dan fasilitas pendukung membuat sekolahnya kurang mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat. Berkat program revitalisasi, ia menyebut bahwa kini kepercayaan masyarakat mulai tumbuh dan semakin banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMP Islam Darul Bayan.
“Tidak hanya dari sisi fasilitas, kami merasa revitalisasi membuat manajemen sekolah menjadi lebih tertata dan profesional. Dengan adanya ruang kantor, berkas-berkas dapat tersimpan rapi, dan pelayanan untuk mendukung proses pembelajaran menjadi jauh lebih mudah dan efektif.” ujar Ihsan.
Terakhir, testimoni akan dampak positif revitalisasi diungkapkan oleh Kepala SD Negeri 1 Loloan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sahrir. Ia sangat bersyukur program revitalisasi mengubah fisik bangunan di sekolahnya, yaitu pembangunan ruang administrasi, ruang kelas baru, toilet, ruang UKS, serta rehabilitasi ruang perpustakaan.
Sebagai informasi, tahun 2025 jumlah revitalisasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah berjumlah 14.072 satuan pendidikan. Dengan rincian 1.515 PAUD, 6.328 SD, 3.989 SMP, dan 2.240 SMA. Khusus untuk daerah 3T, revitalisasi menjangkau 76 PAUD, 419 SD, 325 SMP, dan 129 SMA./









































