JAKARTA, Bisnistoday – Rencana impor kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai kekhawatiran pelaku industri. Ketua Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) menyatakan pihaknya memahami kebutuhan mendesak program tersebut, tetapi berharap pemerintah tetap memprioritaskan produk dalam negeri karena kemampuan industri lokal dinilai sudah memadai.
Pengusaha lokal ini, juga menyoroti bahwa utilisasi produksi industri komponen saat ini masih di kisaran 60–70 persen. Jika impor kendaraan utuh dilakukan dalam jumlah besar, dampaknya tidak hanya dirasakan pabrikan, tetapi juga sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen otomotif nasional.
PIKKO pun meminta pemerintah mempertimbangkan pembatasan jumlah kendaraan impor serta memberi kesempatan kepada produsen lokal untuk menjadi pemasok kendaraan operasional program tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem industri otomotif nasional yang saat ini masih menghadapi perlambatan permintaan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antara pemerintah, asosiasi, serta pelaku usaha, sektor IKM komponen otomotif diyakini mampu menjadi tulang punggung industri kendaraan niaga nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi negara.
Baca Juga : Industri Komponen Otomotif Mesti Tingkatkan Penciptaan Lapangan Kerja
Sementara, pemerintah mengaku terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, terutama pada segmen kendaraan niaga seperti pick-up, dengan melibatkan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif. Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa sektor ini memiliki peran strategis dalam menopang produksi kendaraan sekaligus meningkatkan kemandirian manufaktur nasional.
Kemenperin mengaku berbagai program pembinaan telah dijalankan pemerintah untuk meningkatkan daya saing IKM, mulai dari restrukturisasi mesin dan peralatan, sertifikasi ISO 9001, implementasi industri 4.0, hingga fasilitasi kemitraan dengan industri besar. Langkah tersebut bertujuan agar IKM mampu masuk ke rantai pasok kendaraan bermotor nasional secara berkelanjutan.
Salah satu mitra strategis pemerintah adalah PIKKO, asosiasi yang menaungi sekitar 110 pelaku IKM manufaktur komponen otomotif berbahan logam, plastik, karet, hingga nonwoven. Organisasi yang telah berdiri lebih dari satu dekade ini menjadi bagian ekosistem produsen kendaraan (OEM) dan tier-1 untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kolaborasi nyata antara pemerintah dan industri pernah diwujudkan lewat peluncuran kendaraan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) pada 2018, yang diproduksi oleh anak usaha PT Astra Otoparts Tbk, yakni PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia. Proyek ini melibatkan IKM binaan pemerintah dan menjadi bukti kemampuan industri lokal dalam memproduksi kendaraan niaga secara mandiri.
Menurut pemerintah, prospek pasar kendaraan niaga di dalam negeri sangat besar. Sebagai ilustrasi, pengadaan 70.000 unit pick-up dari produksi lokal berpotensi menciptakan dampak ekonomi hingga sekitar Rp27 triliun melalui efek berantai industri terkait, mulai dari ban, kaca, baterai, logam, plastik, kabel, hingga elektronik./



