BANDUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi tengah menyiapkan strategi dengan menghimpun sekitar 100 koperasi besar nasional untuk menjadi Pembina atau Kakak Asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas SDM, tata kelola, dan permodalan Kopdes Merah Putih di tahap awal.
Konsep Kakak Asuh dinilai sebagai model yang tepat untuk mempercepat penguatan KDKMP sebagai program prioritas nasional.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Krisdianto, saat kunjungan kerja dan pertemuan dengan para pengurus KDKMP Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, dalam siaran pers, Sabtu (15/11).
Baca juga: Menkop Serahkan Pinjaman LPDB untuk Koperasi Merah Putih Jeruju Besar
Turut hadir dalam kunjungan kerja ini Ketua Dewan Pengawas LPDB Koperasi Nur Ahmad, Anggota Dewan Pengawas Bobby Achirul Awal Nazief dan Ichita M, Direktur Umum dan Hukum Deva Rachman, Direktur Keuangan Bambang Sadewo, Ketua KSP Citra Mandiri Asep, Camat Cileunyi Ucu Endang, dan Ketua KDMP Cileunyi Wetan Dedi Nurendi.
“Dari kemarin kami mencari contoh terbaik untuk menunjukkan bagaimana konsep Kakak Asuh ini harus berjalan. Setelah mendengar paparan dari KDKMP Cileunyi Wetan, kami merasa inilah model yang tepat. Apa yang di sini sudah berjalan, di tempat lain sebagian masih berupa wacana. Ini paket lengkap ada pendampingan, ada solusi pendanaan, dan ada sinergi antar unsur,” ujar Krisdianto.
Krisdianto juga menekankan bahwa pendampingan dari koperasi besar sebagai Kakak Asuh sangat penting, mengingat banyak pengurus KDKMP yang baru pertama kali berkoperasi sehingga membutuhkan dukungan pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola.
“LPDB Koperasi siap berperan sebagai penggerak, fasilitator, dan penjaga ekosistem pembiayaan,” tutur Krisdianto.
Baca juga: LPDB Siap Salurkan Pembiayaan untuk 80 Kopdes Percontohan di Indonesia
Koperasi Mitra LPDB
Ketua KDKMP Cileunyi Wetan Dedi Nurendi mengungkapkan kolaborasi antara KDKMP Cileunyi Wetan dengan KSP Citra Mandiri berdampak pada peningkatan laba usaha dari KDKMP Cileunyi Wetan.
KDKMP Cileunyi Wetan yang terbentuk pada tanggal 26 Mei 2025, telah memiliki beberapa gerai demi mendukung pelaksanaan MBG antara lain gerai sembako, cold storage, gerai apotik, dan simpan pinjam dan juga telah bekerja sama dengan SPPG cileunyi.
Dedi mengatakan perkembangan tata kelola maupun usaha dari KDKMP Cileunyi Wetan tak lepas dari peran pembinanya, yakni KSP Citra Mandiri yang merupakan koperasi mitra LPDB. KSP inilah yang mendampingi dan mendorong tumbuh kembangnya KDKMP Cileunyi Wetan.
“Koperasi Simpan Pinjam Citra Mandiri Jabar mendukung sebesar Rp2 miliar sebagai penyertaan modalnya, sehingga kami bisa berjalan,” ungkap Dedi.
Selain itu, Ketua Pengawas atau Kepala Desa Cileunyi Wetan Hari Haryono mengakui keberhasilan KDKMP Cileunyi Wetan tidak lepas dari peran Koperasi Citra Mandiri.






































