www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenlu Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Industri Halal
Ekonomi & Bisnis

Kemenlu Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Industri Halal

Industri Halal
ACARA Foreign Policy Data Talks (FPDT) “Penguatan Diplomasi Ekonomi untuk Promosi Industri/Produk Halal Indonesia di Dunia Internasional" di Bandung./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday-  Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan kegiatan Foreign Policy Data Talks (FPDT) “Penguatan Diplomasi Ekonomi untuk Promosi Industri/Produk Halal Indonesia di Dunia Internasional” yang diselenggarakan secara hybrid, belum lama ini di Bandung.  Hal ini sebagai upaya Kementerian Luar Negeri mengembangkan kebijakan luar negeri di sektor industri produk halal berbasis data.

Kepala BSKLN Yayan Ganda Hayat Mulyana menegaskan bahwa sejak tahun 2012, industri halal di Indonesia telah tumbuh secara signifikan dengan kenaikan lebih dari 422%. Indonesia juga telah mencatatkan 15 perusahaan produk halal-nya dalam Top 30 OIC Halal Product Companies.  Dalam kaitan tersebut, Indonesia memliki peluang besar untuk semakin memajukan industri halalnya, dengan mendorong peningkatan standardisasi dan promosi produk-produknya secara global.

“Industri halal Indonesia berpotensi meng-global dan memberikan kontribusi sekitar USD 1,5 miliar terhadap PDB nasional,” tutur Yayan Ganda.

FPDT tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta dari instansi pemerintah, akademisi, asosiasi perusahaan makanan dan minuman, pengamat/akademisi serta pelaku usaha produk halal. Para peserta berkesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman baik best practices maupun lessons-learnt, khususnya untuk mengembangkan pasar baik di dalam negeri, regional, maupun internasional.

Didalam diskusi, ditekankan bahwa pada saat ini, industri produk-produk halal tengah berkembang dengan sangat pesat seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar global akibat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan produk-produk halal.

Berbagai rekomendasi penting yang mengemuka dalam diskusi mengenai prospek ekspansi industri halal Indonesia antara lain usulan agar regulasi dan proses sertifikasi halal di Indonesia dapat dilakukan secara lebih efisien, dengan biaya yang murah dan bersifat terbuka, selain cara-cara promosi yang lebih efektif, agar industri dan produk-produk halal Indonesia dapat semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan negara-negara pelaku industri halal utama, antara lain Malaysia.

Pertemuan tersebut juga menyuarakan harapan agar diplomasi RI ke depan khususnya diplomasi ekonomi untuk mempromosikan produk halal Indonesia yang dilaksanakan secara sinergis oleh Kemenlu beserta semua pemangku kepentingan terkait, dapat mendorong kemajuan industri halal Indonesia untuk terus berkiprah dan memenuhi tingginya permintaan (demands) akan produk-produk halal di pasar global.​/KLN/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rupiah Melemah
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Alami Tekanan Mental Respon Pengunduran Diri Gubernur BI

JAKARTA, Bisnistoday – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS, kembali...

Ekonomi & Bisnis

Lakon Store Bersamai Empat Brand di JF3 Fashion Festival 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Tahun 2026 ini, Lakon Store mengusung Plesir, sebuah presentasi...

Bank Indonesia
Ekonomi & Bisnis

Stabilitas Nilai Tukar : Gubernur Bank Indonesia Baru Mesti Mampu Melakukan Orkestrasi Kelembagaan

JAKARTA, Bisnistoday – Gubernur Bank Indonesia yang baru nanti selayaknya harus memimpin...

Ekonomi & Bisnis

Menkop dan Menbud Canangkan Revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya

TASIKMALAYA, Bisnistoday – Kawasan Tugu Koperasi di Tasikmalaya, yang merupakan bangunan bersejarah...