JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan infrastruktur siap menyambut natal 2025 dan tahun baru 2026. 26 ruas jalan tol mendapat diskon tarif 10–20 persen.
“Kami sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah dan di tol itu kan ada posko-poskonya. Di posko-posko kita sudah siapkan alat berat, kita sudah siapkan bahan-bahannya.” ujar Dody dalam media briefing di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Dody menjelaskan apabila terjadi longsor secara mendadak, meski diharapkan tidak terjadi, penanganan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam sehingga arus lalu lintas dapat kembali normal.
“Untuk tarif tol antara 10–20 persen di ruas-ruasnya, lebih dari tahun lalu. Tahun lalu rata-rata 10%. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-masing BUJT, Jasa Marga dan lain-lain telah berbaik hati menyumbangkan sedikit rezekinya untuk masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Kesiapan Infrastruktur Nataru 2025/2026
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengatakan sudah mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana, seperti banjir, longsor, serta titik-titik rob (banjir akibat air laut) yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Saat ini kita sedang terus melakukan perbaikan-perbaikan di titik-titik yang memang perlu penanganan. Harapannya sebelum nataru (natal dan tahun baru), lubang-lubang yang harus kita tangani bisa tuntas,” ujar Roy dalam kesempatan yang sama.
Demi mengantisipasi bencana atau gangguan jaringan jalan, Kementerian PU menyiapkan 1.150 unit Disaster Relief Unit (DRU) disiagakan di seluruh Indonesia, mulai dari excavator, dump truck, genset, hingga peralatan pendukung lainnya.
Selama periode 16 Desember 2025 – 4 Januari 2026 terdapat total posko 492. Sebarannya antara lain Sumatera (134), Jawa dan Bali (103), Kalimantan (68), NTB dan NTT (32), Sulawesi (84), Maluku dan Maluku Utara (28), serta Papua (43).
Tak hanya itu, material darurat seperti 108 set jembatan bailey, 11.602 sandbag, dan 19.453 bronjong juga dipersiapkan agar akses jalan bisa segera pulih saat terjadi kondisi darurat.
“Terkait dengan kesiapan nataru, seperti tadi dijelaskan Pak Menteri bahwa kemantapan jalan nasional saat ini berada di angka sekitar 93,65 persen,” ucapnya.
Panjang jaringan jalan nasional non-tol di Indonesia saat ini 47.603,39 km. Sedangkan, jalan tol 3.115,98 km dan akan bertambah melalui sejumlah ruas baru dan fungsional yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan layanan nataru 2025/2026.
Selain itu, ada juga rencana pembatasan kendaraan barang pada ruas jalan tol dengan ketentuan hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.
Daftar Ruas Jalan Tol Diskon 20–10 Persen
Diskon tarif berlaku selama 3 hari yakni tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025. Pengecualian penerapan diskon berlaku untuk ruas: Manado–Bitung (22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026), Becakayu (13 Oktober hingga 31 Desember 2025), dan Krian–Legundi–Bunder (21 Oktober hingga 31 Desember 2025).
Berikut sejumlah ruas jalan tol dengan besaran diskon 10 hingga 20 persen saat nataru.
Diskon 20 persen:
– Becakayu (dynamic pricing)
– Kelapa Gading–Pulogebang
– Jakarta–Cikampek
– Japek Elevated (MBZ)
– Cikampek–Palimanan
– Palimanan–Kanci
– Batang–Semarang
– Semarang ABC
– Cisumdawu
– Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung
– Indralaya–Prabumulih
– Pekanbaru–Dumai
– Pekanbaru–XIII Kota Kampar
– Belawan–Medan–Tanjung Morawa
– Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi
– Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat
– Indrapura–Kisaran
– Sigli–Banda Aceh
Diskon 10 persen:
– Kanci–Pejagan
– Pejagan–Pemalang
– Pemalang–Batang
– Bakauheni–Terbanggi Besar
– Kayu Agung–Palembang
– Medan–Binjai
Diskon khusus 11,11 persen: Krian–Legundi–Bunder. ((E1-NOVITA LESTARI)








































