JAKARTA, Bisnistoday – Jembatan Kemang Pratama mengalami kerusakan pada bagian abutmen akibat tergerus aliran air saat curah hujan tinggi pada Maret 2025 lalu. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, hingga akses menuju jalan tol.
Saat ini (28 Mei 2026) progres pekerjaan MYC telah mencapai 92,91% atau lebih cepat dari target rencana sebesar 85,96 % dengan deviasi positif sebesar 6,95%. Sementara progres pekerjaan tahun berjalan 2026 mencapai 92,06% atau lebih tinggi dari target 84,06 % dengan deviasi positif sebesar 7,97%.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, terutama pada kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Menteri Dody di Bekasi, Senin (1/6).
Kini, Kementerian PU mempercepat pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, sebagai upaya memulihkan konektivitas kawasan yang sempat terganggu akibat kerusakan jembatan karena banjir. Penanganan Jembatan Kemang Pratama diharapkan dapat kembali memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas strategis antara Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih.
Walaupun jembatan ini dalam pengelolaan pemerintah kota bekasi, namun penanganan pembangunan Jembatan Kemang Pratama dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BBPJN DKI Jabar, Kementerian PU. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk percepatan penanganan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
Keberadaan Jembatan Kemang Pratama juga mempercepat pergerakan orang dan barang sehingga mendukung pengembangan ekonomi kawasan Bekasi dan sekitarnya. Selain menghubungkan kawasan permukiman padat, jembatan ini menjadi akses penting menuju jaringan jalan tol yang menunjang aktivitas komuter dan distribusi logistik.
Konstruksi Jembatan Kemang Pratama menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter. Struktur bangunan bawah menggunakan pondasi borepile diameter 80 cm dengan beton struktur FC’30 guna meningkatkan kekuatan dan ketahanan konstruksi terhadap beban lalu lintas perkotaan yang tinggi.
Total panjang penanganan pembangunan mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter. Selain pembangunan bentang utama, pekerjaan juga mencakup penanganan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter. Metode erection steel box girder telah selesai dilaksanakan dan saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir./

