JAKARTA, Bisnistoday – Bank Jakarta resmi berkomitmen mendukung penuh Lomba Digitalisasi Pasar 2025 melalui penandatanganan kerjasama dengan Perumda Pasar Jaya dan lembaga terkait. Acara launching yang dihadiri Gubernur DKI Pramono Anung ini menandai dimulainya revolusi pembayaran digital di 133 pasar tradisional Jakarta.
Program kolaboratif antara Pemprov DKI, BI, OJK, dan Perumda Pasar Jaya ini fokus pada empat target strategis. “Kami ingin wujudkan pasar yang sejahtera, efisien, bebas preman, dan optimalisasi pajak,” tegas Gubernur Pramono di Pasar Mayestik, Selasa (22/7/2025).
Bank Jakarta mendapat mandat mendampingi empat pasar unggulan: Mayestik, Koja Baru, Cengkareng, dan Pondok Bambu dengan total 4.012 tempat usaha. Direktur Utama Agus H. Widodo menyatakan, “Ini momentum ciptakan ekosistem transaksi yang transparan dan terjangkau bagi pedagang.”
Mekanisme penilaian lomba mencakup tiga aspek utama: literasi keuangan, akses pembiayaan, dan adopsi teknologi. “Kami libatkan BI dan OJK sebagai juri independen untuk jamin objektivitas,” jelas Pramono tentang sistem kompetisi yang berlangsung hingga Agustus 2025.
Selain digital payment, kriteria penilaian juga mempertimbangkan kebersihan dan tata kelola pasar. “Transformasi ini harus holistik – dari QRIS hingga pengelolaan limbah,” tambah Direktur Pasar Jaya Agus Himawan menekankan pendekatan menyeluruh program ini.
Bank Jakarta telah menyiapkan strategi pendampingan intensif termasuk pelatihan QRIS, pembukaan rekening massal, dan integrasi sistem. “Target kami 100% pedagang terdaftar melek transaksi digital,” papar Sekretaris Perusahaan Arie Rinaldi.
Program ini menjadi bagian dari roadmap Pemprov DKI mewujudkan pasar tradisional berdaya saing. “Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan untuk bertahan di era modern,” tandas Gubernur Pramono menutup pernyataannya.




