www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home EKONOMI LPDB-KUMKM Jadi Solusi Masalah Kesenjangan Sosial
EKONOMIEkonomi Rakyat

LPDB-KUMKM Jadi Solusi Masalah Kesenjangan Sosial

SOLUSI MASALAH KESENJANGAN SOSIAL: Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo mengatakan, Kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap pendapatan perekonomian nasional sangat signifikan, bahkan mampu menjadi solusi masalah kesenjangan sosial
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap pendapatan perekonomian nasional sangat signifikan, bahkan mampu menjadi solusi masalah kesenjangan sosial. Dengan signifikannya kontribusi Koperasi dan UMKM kepada PDB nasional sebesar 60,5 persen maka kemudahan akses pendanaan atau pembiayaan akan memberikan efek ganda ekonomi yang besar.

“LPDB-KUMKM sebagai backbone pembiayaan bagi Koperasi dan UMKM memiliki kepentingan dalam penyelenggaraan Nusantara Deals Club (NDC) ini, karena dengan banyaknya Koperasi atau UMKM yang mendapatkan fasilitas investasi, pinjaman atau kerja sama, maka akan membentuk ekosistem yang kuat serta berdampak pada perekonomian seperti pendapatan masyarakat dan serapan tenaga kerja,” kata Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (15/8).

Dari sisi kinerja penyaluran, Supomo menambahkan, tercatat Per 12 Agustus 2022, LPDB-KUMKM telah menyalurkan sebesar Rp15,09 triliun dana bergulir kepada Koperasi dan 368 ribu UMKM di seluruh Indonesia.

“Pelaksanaan NDC 2022 kali ini menampilkan 115 tenant yang merupakan tenant terbaik yang diajukan kepada calon investor, dan tidak menutup kemungkinan satu atau dua tenant yang mengikuti kegiatan ini bisa menjadi kekuatan unicorn baru berbasis riset, ide kreatif atau teknologi terbarukan,” kata Supomo.

LPDB-KUMKM mengharapkan kepada para tenant yang mengikuti NDC 2022 untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usahanya, memperluas networking, dan juga meraih pendanaan investor.

“Saya mengajak para tenant memanfaatkan fasilitas Business Pitching ini sebagai batu loncatan untuk menaikan kelas unit usaha yang dimiliki, dan saya mohon kepada para tenant untuk berkomitmen hingga keputusan para investor ditentukan,” jelas Supomo.

Program Kerja sama Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM sampai dengan tahun 2022, telah berhasil mendapatkan total pendanaan sebesar Rp20,8 miliar, yang terdiri dari komitmen dalam bentuk investasi sebesar Rp4,6 miliar, pinjaman sebesar Rp8,5 miliar dan kerja sama sebesar Rp7,7 miliar.

“Kami berharap pada Nusantara Deal Club tahun 2022 ini semakin menambah jumlah pendanaan kepada tenant, menjadi total Rp50 miliar hingga akhir tahun 2022,” ungkap Supomo.

Ia mengatakan, program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mendapatkan investor. Program ini merupakan implementasi pendampingan dari LPDB-KUMKM dalam menginkubasi Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing, tata kelola manajemen bisnis, pemasaran, maupun akses permodalan atau pendanaan.

Seperti kegiatan Nusantara Deals Club (NDC) yang merupakan kolaborasi LPDB-KUMKM dengan Cubic Startup Incubator menjadi wadah pertemuan para startup atau UMKM kepada calon Investor dan Mitra.

Untuk tahun 2022 ini, pelaksanaan Business Pitching melalui NDC melibatkan berbagai investor mulai dari Saratoga Investama, Ventura Discovery, Sagala Grup, Bizhare, Alpha Momentum Indonesia.

Kemudian, Xendit Presentation, Proxis, Synnovac Capital, Skystar Capital, Indogen Capital, Bank Negara Indonesia, Orbit Future Academy, Invst Id, Bank Mandiri, Zoho, dan Findolainen Business Hub./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang...

Ekonomi Rakyat

Bertahan Lewat Inovasi dan Digitalisasi, Kisah Eka Mengembangkan Usaha Telur Gabus Keju

BANDUNG, Bisnistoday - Ketergantungan pada penjualan musiman membuat Engkar Kardiah harus memutar...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...