www.bisnistoday.co.id
Rabu , 23 September 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Mendag Budi Paparkan Tiga Program Prioritas Terbaru Kemendag
Sektor Riil

Mendag Budi Paparkan Tiga Program Prioritas Terbaru Kemendag

Mendag Budi Santoso
MENDAG Budi Santoso./
Social Media

SURAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, Kementerian Perdagangan  memiliki tiga program prioritas, yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan  peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor.

Ketiganya saling terkait dan membutuhkan kerja sama strategis banyak pihak.  Hal tersebut disampaikan Mendag Budi dalam Kuliah Umum Kebijakan Perdagangan Indonesia, baru-baru ini di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, Mendag Budi didampingi Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim.

“Penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA ekspor merupakan  tiga program yang menjadi fokus utama Kemendag saat ini. Semuanya bermuara untuk mempertahankan, bahkan melanjutkan tren positif dari neraca perdagangan Indonesia yang telah surplus selama 53 bulan ke belakang,” ujar Mendag Budi.

Ketiga program tersebut memang menempatkan UMKM sebagai fokus tersendiri mengingat UMKM berkontribusi signifikan terhadap postur perekonomian Indonesia, dengan rasio 99 persen dari keseluruhan unit usaha di Indonesia yang berkontribusi pada 60 persen produk domestik bruto (PDB), serta penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen.

Mendag Budi juga memaparkan beberapa tantangan yang kerap ditemui di lapangan, misalnya produktivitas yang rendah dari UMKM dan minimnya UMKM yang sudah memiliki sisi legalitas.“Penciptaan lapangan pekerjaan melalui UMKM memang penting, tetapi peningkatan produktivitas merupakan kunci keberlanjutan bisnis UMKM,” tandas Mendag Budi.

Ia juga menjelaskan bahwa Kemendag telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengupayakan ketiga target tersebut dapat terwujud. Misalnya terkait target kedua, yaitu melalui upaya menjajaki pasar nontradisional dengan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan.

Selain itu dilakukan penyelesaian tiga perundingan perdagangan bilateral dengan Kanada, Eurasia, dan Peru.“Kemendag memastikan segala instrumen regulasi yang dibuat dapat menciptakan perdagangan yang berkeadilan. Semua ditujukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan menyejahterahkan masyarakat,” urai Mendag Budi.

Sebelum menutup kuliah umum, Mendag Budi mengimbau pihak UNS turut mendorong semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. “Pelaku usaha lokal akan terus menjadi perhatian pemerintah ke depan, maka manfaatkanlah kesempatan ini dengan menjajaki dunia wirausaha sejak di bangku perkuliahan,” tutur Mendag Budi./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...

Usaha Mikro
Sektor Riil

Kisah Ketekunan Usaha Mikro Asal Klaten Membangun Bisnis Hingga Menembus Pasar Global

KLATEN, Bisnistoday - Cerita menembus pasar global tidak selalu berasal dari perusahaan...

Dr Nicolaas Warouw (kiri) dan Dr Andi Achdian seusai acara diskusi di Universitas Nasional, Rabu (26/8/2026) (foto: Adi)
Sektor Riil

Mencari Bentuk Baru Solidaritas Kelas Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Perubahan dunia kerja menghadirkan persoalan baru bagi politik kelas...

Peserta Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. (dok:Ist)
Sektor Riil

Percepat Ekonomi Sirkular, Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi

JAKARTA, Bisnistoday – Para pelaku industru tekstil yang tergabung dalam Indonesia Business...