www.bisnistoday.co.id
Kamis , 11 Juni 2026
Home EKONOMI Mendag Lutfi Lepas Ekspor Perdana Kelapa Parut Sasa ke Bulgaria
EKONOMI

Mendag Lutfi Lepas Ekspor Perdana Kelapa Parut Sasa ke Bulgaria

Mendag Lutfi saat menghadiri Digital Technopreneur Festival (DTF) 2021 dan Socio Technopreneur Campus (STC) 2021 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada hari ini, Jumat (19/11).
Social Media

CIKARANG, Bisnistoday– Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas kontainer ekspor perdana produk high fat desiccated coconut, atau kelapa parut kering, produksi PT Sasa Inti ke Bulgaria. Pelepasan tersebut dilakukan di PT Sasa Inti, Cikarang, Jawa Barat, hari ini, Jumat (8/4). Mendag Lutfi mengatakan, berbagai upaya terobosan perlu ditempuh untuk menembus pasar nontradisional seperti Bulgaria.

Mendag Lutfi melepas ekspor produk kelapa parut kering tersebut bersama Duta Besar RI untuk Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara Iwan Bogananta dan Presiden Direktur PT Rodamas Inti Internasional Hadi Santoso sebagai perwakilan PT Sasa Inti.

“Pelepasan kontainer ekspor perdana kelapa parut kering Sasa ke Bulgaria hari ini menjadi suatu kebanggaan karena merupakan bentuk terobosan pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar nontradisional. Memperkenalkan kelapa parut kering ke pasar internasional membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi ternyata berhasil dilakukan di Bulgaria. Kami harap perwakilan RI di Bulgaria akan terus membuka pasar Bulgaria bagi produk-produk Indonesia lainnya,” kata Mendag Lutfi saat memberi sambutan.

Ekspor kelapa parut kering ini merupakan kerja sama antara PT Sasa Inti dari Indonesia dan P.I.C.Co dari Bulgaria. Ekspor tersebut diestimasi memiliki nilai potensial USD 1,5 juta hingga akhir 2022 dengan estimasi volume 600–1.000 ton. Ekspor kelapa parut kering ini turut menjadi upaya bersama mempopulerkan Indonesia spice up the world, atau misi mempopulerkan bumbu masak dan kuliner Indonesia.

Pada 2021, ekspor kelapa parut kering Indonesia ke Bulgaria mencapai nilai USD 198 ribu. Indonesia berada di urutan ketiga eksportir kelapa parut kering ke Bulgaria. Negara pesaing dari ASEAN untuk produk sejenis di pasar Bulgaria adalah Singapura di urutan kedua dan Malaysia di urutan kelima.

Sementara itu, di periode yang sama, ekspor kelapa parut kering Indonesia ke dunia mencapai USD 234,67 juta. Lima negara tujuan ekspor terbesar kelapa parut kering Indonesia adalah Jerman, Rusia, Singapura, Belanda, dan Mesir.

Dalam pelepasan ekspor kali ini, turut hadir Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, dan Partnership Bella group Bulgaria serta Komisaris PT Rodamas Franky Sibarani.

Mendag Lutfi menambahkan, keberhasilan ekspor perdana kelapa parut kering tidak lepas dari kerja keras Kedutaan Besar RI di Sofia, Bulgaria.

“Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang telah dilakukan Duta Besar RI di Bulgaria dalam membuka pasar produk-produk Indonesia di pasar Bulgaria,” ujar Mendag Lutfi. /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar AS tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...

OpenAI (dok:Unsplash/Levart Phorographer)
EKONOMI

Tidak Mau kalah dari Pesaing, OpenAI Berencana IPO

JAKARTA- Bisnistoday - OpenAI, perusahaan teknologi yang membuat ChatGPT, diam-diam mengajukan penawaran...

Sebuah proyek konstruksi di Kuala Lumpur . Malaysia (dok:Unsplash/Sam)
EKONOMI

Perang AS-Iran bakal Berdampak Struktural di ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Perang AS-Iran telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Meski...