www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Ilmuwan Sebut Lalat Capung Lebih Tua dari Dinosaurus
HumanioraLingkungan

Ilmuwan Sebut Lalat Capung Lebih Tua dari Dinosaurus

Terdapat lebih dari 3.000 spesies lalat capung yang hidup di sungai, kolam, dan danau air tawar di seluruh dunia.

Lalat Capung (dok:Unsplash/bob-brewer)
Lalat Capung (dok:Unsplash/bob-brewer)
Social Media

JAKARTA,Bisnistoday – Para ilmuwan di Inggris mengungkapkan lalat capung merupakan salah satu serangga bersayap  tertua di Bumi. Ia ada sejak 300 juta tahun lalu, lebih tua dari dinosaurus.

Bahkan, sebuah puisi Mesopotamia, Epik Gilgamesh, salah satu karya sastra tertua, merujuk pada lalat capung yang berumur pendek (biasanya cuma 1-2 hari). Selama berabad-abad, desain dasar serangga ini hampir tidak berubah dibandingkan dengan nenek moyangnya.

Meski bentuknya mirip capung, jenis serangga ini memiliki karakteristk berbeda terutama dalam hal cara terbang. Lalat capung dapat bergerak vertikal, berbalik, dan melayang kembali ke Bumi. Sayap dan ekor terentang dalam posisi seperti penerjun payung sehingga jatuh perlahan ke tanah atau air.

“Mereka mempertahankan karakteristik aneh ini dan kita mungkin dapat berasumsi bahwa mereka telah melakukan (tarian/gaya terbang] ini selama ratusan juta tahun, namun kita sebenarnya tidak tahu mengapa,” kata Samuel Fabian, seorang peneliti di Universitas Oxford yang mempelajari perilaku terbang serangga.

Fabian dan rekan-rekannya di Imperial College London kini punya jawabannya. Dalam penelitian baru terbitk di Journal of Experimental Biology, mereka merekonstruksi perilaku terbang lalat capung, merekam kawanan besar di wilayah Richmond, London dalam bentuk 3D (tiga dimensi) dan menganalisis jalur terbang serangga tersebut.

Ternyata lalat capung jantan mengandalkan pola terbang naik-turun yang aneh ini untuk mengetahui siapa jantan dan siapa betina di antara kawanan tersebut. Lalat capung jantan ternyata jarang terbang horizontal, di atas kawanan betina.

Dalam simulasi lebih lanjut, para ilmuwan menemukan bahwa lalat capung jantan akan menghentikan pengejarannya terhadap target apa pun yang jatuh dari  langit. “Masalahnya adalah jantan hampir tidak memiliki filter,” kata Fabian, seperti dikutip Guardian. “Anda dapat memberi mereka benda apa saja – yang terlihat sangat berbeda dari lalat capung betina, dan jantan akan langsung mendekati objek yang jauh lebih besar itu dan mencoba ‘kawin’ dengannya.”

Keadaan menjadi lebih rumit dalam kondisi cahaya redup, karena betina terlihat hampir identik dengan jantan bahkan dari jarak dekat. Dengan tetap berada di bawah betina, jantan memastikan energi romantis mereka bergunai dengan baik. “Hal ini sangat penting karena lalat capung tidak memiliki banyak waktu, hanya hidup beberapa jam hingga beberapa hari, di mana mereka harus mewariskan gen mereka,” kata Fabian.

Kiamat serangga

Menurut dia  tujuan proses reproduksi tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini.

Terdapat lebih dari 3.000 spesies lalat capung yang hidup di sungai, kolam, dan danau air tawar di seluruh dunia. Namun, banyak dari 51 spesies  di Inggris kini mengalami penurunan – korban lain dari apa yang disebut para ilmuwan sebagai “kiamat serangga”.

Sebuah tinjauan global tahun 2019 memperkirakan bahwa 40% serangga di dunia mengalami penurunan, sementara studi lain menunjukkan bahwa lebih dari 1 dari 10 spesies dapat hilang pada akhir abad ini.//

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SDN Gunungsitoli
Humaniora

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 18 Satuan Pendidikan di Gunungsitoli Kep.Nias

GUNUNGSITOLI, Bisnistoday - Bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah...

Wamen ATR/BPN
Lingkungan

Wamen Ossy Hadiri Gerakan Nasional “AYO Muliakan Sungai”

BOGOR, Bisnistoday - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Lingkungan

EwasteRJ dan Acer Gandeng 50 SMA Amankan 5 Ton Sampah Elektronik

JAKARTA, Bisnistoday – Seiring melonjaknya penggunaan perangkat teknologi, tantangan pengelolaan sampah elektronik...

Acara bincang kesehatan yang diadakan PTPN III (dok: PTPN)
Humaniora

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar kegiatan kemanusiaan berupa...