JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia. Karenanya, Indonesia mendukung ekonomi yang lebih terbuka, melakukan perdagangan secara adil, serta saling menguntungkan untuk mendapatkan pasar yang lebih baik.
Hal ini disampaikan Mendag Lutfi dalam acara “Trade, Tourism, and Investment Forum Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership” yang digelar secara virtual pada Kamis (21/10). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition yang mengusung tema “Reviving Global Trade” yang dibuka pada hari yang sama.
Hadir sebagai pembicara Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, Sekretaris Departemen Perdagangan dan Industri, Filipina Ramon M Lopez, Direktur Pelaksana Kebijakan Pengembangan dan Kemitraan Bank Dunia Mari Elka Pangestu, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani.
“Diharapkan forum ini dapat menghasilkan diskusi tentang tantangan, peluang, dan ide di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi global. Diharapkan juga, forum ini dapat memberikan perkembangan kebijakan, informasi, dan strategi terkini ketiga sektor tersebut,” kata Mendag Lutfi.
Sementara Menteri Bahlil dalam kesempatan tersebut mengatakan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kontribusi yang paling besar dalam pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi dan investasi. Kalau dilihat dari perkembangan hasil survey, konsumsi sudah stagnan sehingga tinggal investasi yang akan didorong.
Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kolaborasi antarinstansi dalam mengakselerasi. Terdapat tiga strategi untuk mendorong investasi, yaitu hilirisasi, insentif dan penyediaan alternatif kawasan industri, serta pemberian hak istimewa dalam bentuk insentif bagi investor yang berinvestasi di luar Jawa.
“Untuk hilirisasi, seperti nikel dan merambah komoditas lain, tetap menjadikan industri yang minimal 70 persen nilai tambahnya sudah harus masuk Indonesia. Sementara untuk insentif kawasan Industri, seperti di Batam, tanahnya pasti lebih murah dan izin akan diurus Pemerintah,” terang Menteri Bahlil.
Bangun Fondasi Pariwisata
Menteri Sandi memaparkan, pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 80 persen dan ekonomi kreatif Indonesia pun tumbuh minus. Pandemi juga mengubah gaya bepergian, yaitu secara personal, dapat menyesuaikan, secara lokal, dan dalam jumlah yang lebih kecil. Karakteristiknya berdasarkan higienis, mobilitas rendah, sedikit kerumunan, dan minim sentuhan.
“Untuk itu, Kemenparekraf menerapkan strategi fundamental meliputi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Tidak hanya untuk bertahan, tapi juga untuk menggenjot pemulihan membangun ulang Indonesia dengan lebih baik,” ujar Sandi.
Sandi menambahkan dengan optimistis, pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia akan pulih dan bertumbuh. Lima destinasi super prioritas sedang dikembangkan untuk tidak sekedar menjadi daya tarik wisatawan, tapi juga diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
“Terdapat beberapa insentif di sektor pariwisata, seperti keringanan pajak dan pembebasan bea masuk. Diharapkan investor dapat mengembangkan bisnis yang menguntungkan dan dapat mengembangkan pariwisata Indonesia,” ucap Sandi.
Asia Timur Potensial
Mari Elka menjelaskan, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,7 persen pada 2022. Pada umumnya, Asia Timur menunjukkan perbaikan. Negara- negara yang pasarnya terintegrasi lebih kuat dalam rantai nilai global pulih lebih cepat dan lebih kuat.
“Menjaga pasar tetap terbuka, mendiversifikasi akses pasar, dan mendiversifikasi produk harus menjadi strategi Indonesia,” tandas Mari.
Sementara Menteri Gan Kim Yong menegaskan, Indonesia dan Singapura memiliki hubungan bilateral jangka panjang didukung kerja sama ekonomi yang kuat. Bahkan, di masa pandemi Covid- 19 hubungan bilateral dan ekonomi Indonesia—Singapura tetap kuat.
“Kami berharap dapat terus terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat lembaga- lembaga regional dan multilateral, termasuk ASEAN dan WTO. Sehingga, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kita dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kita,” ujar Gan Kim Yong.
Sekretaris Departemen Perdagangan dan Industri, Filipina Ramon M Lopez mengatakan, Indonesia dan Filipina merupakan tetangga dekat yang memiliki nilai-nilai dan kebudayaan yang serupa. Hal itu mendorong kita untuk lebih erat berkolaborasi di bidang-bidang yang saling menguntungkan seperti e-commerce, ekonomi digital, dan halal.
Menurut Lopez, pemerintah Filipina berkomitmen terhadap nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia tentang kerja sama promosi investasi yang ditandatangani pada 2020. Isi MoU meliputi pertukaran informasi, seperti kebijakan, regulasi, dan prosedur perizinan investasi, peluang investasi di kedua negara, serta realisasi investasi asing.
“Marilah, kita bersama-sama membangun kemitraan kerja sama ekonomi yang lebih hidup dan responsif,” tutur Sekretaris Lopez./


















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















