JAKARTA, Bisnistoday – Peringatan Hari raya Idul Adha 1446 Hijriah atau sering dinamai Idul Kurban dirayakan secara serentak di seluruh Indonesia. Begitupun, ritual Islam melalui sholat Idul Adha dilakukan di salah satu lapangan di Sawangan, Kota Depok, Jumat, 6 Juni 2025, diikuti ratusan umat Muslim.
Didalam acara Ustad meminta umat muslim untuk meneladani keihhlasan serta ketagwaan yang seperti apa yang dijalankan Nabi Ibrahim serta putranya Nabi Ismail dalam mematuhi perintah Alllah SWT.
Derajat ketagwaan yang tinggi, diperlihatkan sang Nabi Ibrahim yang mendapat perintah Allah SWT melalui mimpi yang mana, diperintahkan untuk menyembelih putranya Nabi Ismail yang ketika itu berumur sekitar 13 tahun. Putra kesayangan yang dinanti-nantikan melalui tirakat waktu 87 tahun lamanya, harus ikhlas dikorbankan demi menjalani perintah Allah SWT.
Dengan penuh ketaqwaan, bahwa sang Ayah, yakni Nabi Ibrahim, mengutarakan apa yang dimaksud perintah Allah SWT tersebut kepada anaknya tersayangnya, Nabi Ismail. Anak yang sholeh ini memiliki derajad ketaqwaaan tinggi juga, bahwa dirinya menanggapi dengan meminta bahwa perintah Allah yang disampaikan kepada Ayahnya dijalankan dengan keimanan dan ketagwaan. “Wahai ayahku lakukanlah apa yang diperintahkan-Nya kepadamu.”
Tibalah pada waktu yang telah disepakati untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Nabi Ismail dengan penuh keyakinan, meminta ayahnya untuk mengencangkan ikat tangannya, serta menutupi, agar darah tidak mengotori, sehingga ibuda Siti Hajar tidak bersedih. Gerakkanlah pisau dengan tajam dan Nabi Ismail dengan penuh keikhlasan memberikan salam terakhir kepada Ibundanya, melalui sang Ayah.
Dengan izin Allah SWT, Nabi Ibrahim menyembelih Putranya Nabi Ismail dengan dan atas kuasa Allah juga pisau itu tidak melukai Nabi Ismail, dan menggantikanya dengan Kambing Gibas. Begitu pasrahnya sang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail disertai keyakinan yang kuat, semata apa yang dilakukannya demi menjalankan perintah Allah SWT.
Sahabat semua, bahwa berkorban dalam menjalankan perintah-Nya, selayaknya dijalankan dengan hati yang tulus dan Ikhlas serta penuh ketagwaan. Seperti menjalankan ibadah Sholat lima waktu tanpa meninggalkannya. Menunaikan ibadah zakat, hanya per tahun selayaknya juga tidak merasa terbebani.
Selain itu, ajaran Idul Adha ini juga mengingatkan kembali kepada pentingnya mendidikan anak dengan ilmu agama yang cukup. Seperti diriwayatkan Nabi Ismail yang masih bocah berumur 13 tahun, sudah memiliki derajat ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.
Sekaligus, dalam moment Idul Adha, menauladahi Nabi Ibrahim bahwa tantangan dalam menjalankan ibadah kepada Allah tidak ringan. Nabi Ibrahim sendiri sempat dibakar kaum musrikin serta mendapat tentangan saat dahwah ajarannya oleh orang tuanya sendiri.
Selama ini, dalam kehidupan bermasyarakat, tentu sering dihadapkan banyak tantangan serta kesulitan. Dengan bekal keikhlasan, ketagwaan serta sikap menghadapi ujian di dunia ini, suri tauladan para Nabi, khususnya seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ini, senantiasa bisa menjadi tuntunan, serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan bersama.
Jakarta, Juni 2025
Tim Redaksi Bisnistoday








































