JAKARTA, Bisnistoday — Mal Ciputra Jakarta kembali menghadirkan program akhir tahun melalui event “Christmas Aurora”, sebuah pengalaman musim dingin bersuhu –5°C yang memadukan seni es, permainan salju, dan suasana aurora. Acara yang berlangsung hingga 18 Januari 2026 di Center Court lantai Lower Ground ini menarik perhatian bukan hanya karena konsepnya, tetapi juga karena sosok penting di balik instalasi ice carving yaitu Bambang Supriyanto, seniman es yang pernah tampil dalam kompetisi internasional di Sapporo, Jepang.
Bagi Bambang, memahat es merupakan tantangan yang jauh berbeda dibanding memahat kayu atau batu. Ia menjelaskan bahwa es memiliki sifat licin dan rentan berubah bentuk akibat suhu. “Kesulitannya bukan hanya tekanan alat, tetapi sambungan es yang bisa lepas sendiri kalau suhu tidak stabil,” ujarnya. Situasi ini menuntut ketelitian ekstra dan pemahaman teknis yang tidak sederhana.
Dalam proses kreatifnya, Bambang memilih tema kepulauan Indonesia sebagai inspirasi utama. Ia ingin menggambarkan bentuk pulau dan memasukkan elemen hewan seperti pinguin, beruang, dan rusa agar tetap relevan dengan nuansa winter. Ia menyebut bahwa identitas lokal perlu tetap hadir meskipun medianya identik dengan negara-negara bersuhu dingin.
Di dalam Snow House, pengunjung dapat melihat langsung karya-karya tersebut tersusun dalam beberapa zona tematik. Semua instalasi dibuat secara manual, diukir dengan detail, dan dirancang agar aman dilihat dari jarak dekat. Bambang menyampaikan kebanggaannya karena pengunjung bisa menyaksikan pahatan hasil tangannya sendiri. “Saya senang kalau orang melihat detailnya, karena prosesnya tidak mudah,” katanya.
Untuk menjaga es tetap kokoh, bagian bawah ruangan dilengkapi pompa khusus yang membantu mempertahankan suhu rendah. Menurut Bambang, es tidak pernah diganti atau dikurangi selama event berlangsung. Justru volume es terus bertambah berkat alat yang menghasilkan serpihan es di area Snow Playground dan Snow House. Tambahan tersebut dilakukan untuk mempertahankan tekstur dan ketebalan instalasi.
Kehadiran Snow House yang bersuhu –5°C juga membuat standar keselamatan perlu diperhatikan. Bambang menyarankan pengunjung memakai sepatu dengan daya cengkeram kuat, seperti sepatu hiking atau sepatu panjat tebing, serta jaket tebal untuk menahan dingin. Ia menegaskan bahwa sepatu biasa rentan licin dan dapat membahayakan pergerakan di dalam ruangan.
Dalam menangani sambungan antarbalok es, Bambang mengungkapkan bahwa tim menggunakan garam sebagai perekat alami. Garam membantu permukaan es mencair sedikit sebelum kembali membeku sehingga sambungan lebih kuat. “Kami mengulik lama sampai menemukan metode terbaik, dan garam adalah yang paling efektif,” jelasnya.
Pembatasan jumlah pengunjung juga menjadi bagian dari prosedur teknis. Snow House hanya mengizinkan sepuluh orang dalam satu sesi untuk menjaga stabilitas suhu. Kehadiran terlalu banyak orang dapat menghasilkan panas tubuh yang memengaruhi ketahanan es. Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi karya seni sekaligus kenyamanan pengunjung.
Pengunjung diberi waktu 30 menit untuk menikmati instalasi dan suhu dingin tersebut. Bambang menyarankan agar waktu tersebut dimanfaatkan untuk mengamati detail pahatan, berfoto, dan memahami proses kreatif di baliknya. Menurutnya, seni es hanya bisa diapresiasi penuh ketika pengunjung mengetahui bagaimana karya tersebut terbentuk.
Selain Snow House, Mal Ciputra Jakarta juga menghadirkan Snow Playground yang memungkinkan keluarga bermain salju, membuat boneka salju, dan berfoto. Area ini dirancang aman untuk semua usia dan dilengkapi penyediaan jaket serta sepatu boots bagi pengunjung. Tiket masuk dibanderol Rp100.000 untuk durasi 30 menit, dengan potongan harga khusus bagi pengguna QRIS myBCA.
General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto, mengatakan bahwa Christmas Aurora dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga Jakarta dan sekitarnya. Ia menyebut bahwa hadirnya seni es dan instalasi winter di pusat perbelanjaan Indonesia menunjukkan bahwa pengalaman musim dingin tidak harus dicari di luar negeri. “Kami ingin menghadirkan hiburan visual sekaligus pengalaman imersif yang tidak ditemui di mal lain,” ujarnya.
Bambang melihat event ini sebagai kesempatan untuk memperlihatkan bahwa seni es tidak harus hadir di negara bersuhu dingin. Dengan teknologi dan persiapan yang tepat, karya berskala besar dapat diwujudkan di negara tropis. “Tidak perlu ke Eropa untuk melihat seni es. Kita bisa menciptakannya sendiri,” katanya.
Event ini juga dilengkapi rangkaian hiburan Natal seperti Christmas Tree di area outdoor, pertunjukan musik, flashmob, dan Christmas Bazaar. Selain itu, pengunjung dapat menikmati kudapan bertema musim dingin di Christmas Café by SATURDAYS yang disiapkan khusus selama periode acara.
Sebagai tambahan, Mal Ciputra Jakarta juga menggelar sejumlah program belanja berhadiah bagi anggota CL Club. Program ini ditujukan untuk menambah kenyamanan pengunjung selama berbelanja sembari menikmati suasana Natal dan Tahun Baru 2026.
Dengan rangkaian instalasi seni, atraksi tematik, dan sentuhan kreatif seniman seperti Bambang, Christmas Aurora menjadi salah satu event akhir tahun yang layak dikunjungi. Event ini tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menghadirkan pengetahuan dan apresiasi terhadap seni ice carving di Indonesia. (E2-Reza Ferdian)
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)
























