JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia dipandang dunia sebagai negara yang serius dalam menjaga pelestarian air. World Water Council (WWC), memandang Presiden Joko Widodo sebagai water messager tentang pelestarian air, lalu atas meningkatnya harapan WWC, usai pelaksanaan World Water Forum (WEF) di Bali, pada Mei 2024 , Presiden Jokowi diminta untuk meningkatkan Indonesia sebagai Water Warriors atau pejuang air.
Bahkan, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi ditunjuk sebagai voice , juru bicara yang mewakili United Nation (UN) tentang pelestarian sumber daya air. Ini semua merupakan kepercayaan dunia, dan sekaligus harapan, bahwa Indonesia mampu melahirkan para pejuang air (Water Warriors).
“Kita harus bekerja sama, bukan kami tetapi kita semua dan pemerintah bersama melakukan gerakan penyelamatan air. Dengan peluncuran Water Warriors, ini sudah serius menjadi gerakan pemeliharaan sungai dan sumber daya air. Secara operasional nanti dibicarakan. To much Water akan banjir, Little water terjadi kekeringan dan dirty water melahirkan sampah. Bagaimana ini semua tidak terjadi,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat peluncuran Gerakan Water Warriors di Gedung Kementerian PUPR, Sabtu (21/9).
Basuki mengatakan, dalam upaya pemeliharaan sumber daya air khususnya sungai-sungai, akan difasilitasi oleh direktorat operasi dan pemeliharaan, Ditjen SDA, Kementeiran PUPR. “Pemeliharaan sungai tidak hanya melulu tentang pembangunan fisik saja, tetapi jauh lebih berperan penting meningkatkan keterlibatan masyarakat dibantu dengan para komunitas peduli air.”
Sebagai bagian Water Warriors, Basuki Hadimuljono mengutarakan, sejumlah kegiatan nyata yang telah dilakukan dalam penyelamatan air. Dalam rangka melindungi sumber daya air, di IKN sudah dibangung sebanyak 22 embung, dan diharapkan pada akhir tahun 2024, perbaikan embung sudah tuntas sebanyak 30 embung. “Embung di 1A dan 1B, dan saking banyaknya embung ada satu embung di KIPP IKN, dinamai yakni MBH (Muhammad Basuki Hadimuljono).”
Demikian juga, seperti yang dilakukan di sekitar Kota Jakarta, yang diketahui warga pinggiran sulit mendapat pasokan air minum sehingga harus membayar lebih mahal untuk air minum dibanding warga di Menteng, Jakarta Pusat. “Nantinya kapasitas ditambah, dari SPAM Jatiluhur untuk suplai Jakarta Timur dan Jakarta Utara.”
Basuki juga mengutarakan, langkah nyata sebagai water warriors yakni dalam penyelamatan di wilayqh Demak, Jateng akibat tanggul sungai Wulan yang jebol beberapa waktu lalu. Kementerian PUPR telah melaksanakan pembangunan kembali, penyelamatan dan pengendalian air.
“Belum lagi, tugas water warriors dalam penyelamatan air di Sungai Citarum dengan gerakan Citarum Harum. Sampah yang menggunung di sungai Citarum, bisa dibersihkan melalui kerja sama komunitas peduli sungai.”
Menurut Basuki Hadimuljono, bahwa persoalan pelestarian sumber daya air menuntut kerja sama seluruh stakeholders. Tidak hanya pemerintah tetapi komunitas lainnya dan tidak mengenal umur, bisa anak-anak sampai dewasa bisa bersama sebagai penjuang air (Water Warriors)./


