JAKARTA, Bisnistoday – PT Waskita Karya (Persero) menetapkan nahkoda baru sebagai pengganti Destiawan Soewardjono yakni Mursyid sebagai Direktur Utama Perusahaan. Mursyid ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2022 (RUPST) di Gedung Waskita Heritage, Cawang, Jakarta, Kamis (25/5).
“Kami yakin dengan penyesuaian ini, akan membawa Waskita bergerak lebih solid, terutama dalam mendukung langkah transformasi perusahaan untuk mencipatakan bisnis yang lebih sehat dan prudent,” kata Ermy Puspa Yunita SVP Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Baca Juga : Waskita Groundbreaking Proyek Medan Islamic Centre
Jajaran direksi lainnya yakni Wiwi Suprihatno sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko, Ratna Ningrum sebagai Direktur HCM Pengembangan Sistem dan Legal, Rudi Purnomo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, I Ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Direktur Operasi I dan Quality, Safety, Health, Environment, Dhetik Ariyanto sebagai Direktur Operasi II, serta Warjo, sebagai Direktur Operasi III.
Sementara, jajaran komisaris ditetapkan yakni Komisaris Utama/independen dijabat Heru Winarko, Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen, Muradi sebagai Komisaris Independen, Muhamad Salim sebagai Komisaris Independen, serta Jabatan Komisaris ditetapkan, yakni I Gde Made Kartikajaya, T. Iskandar serta Dedi Syarif Usman.
Agenda RUPST
Selama RUPST berlangsung diagendakan sebanyak 9 (sembilan) acara. Dari 9 (sembilan) mata acara diantaranya membahas, penyampaian Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2022 serta persetujuan perubahan susunan pengurus Perseroan.
“Hal ini sejalan dengan aspirasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebagai Pemegang Saham Seri A Dwiwarna bahwa upaya penyehatan kinerja Perusahaan harus terus dilanjutkan hingga tercapainya kesinambungan usaha Perusahaan, diantaranya melalui transformasi bisnis yang di dalamnya termasuk melanjutkan program 8 (delapan) stream inisiatif strategis, restrukturisasi usaha dan utang, peningkatan implementasi manajemen risiko dan tata kelola perusahaan” kata Ermy Puspa Yunita SVP Corporate Secretary.
Ermy juga menambahkan, sebagai bentuk pelaksanaan Manajemen Risiko dan Transformasi Bisnis serta untuk menjaga kesinambungan arus kas, Perseroan telah berkomitmen untuk mengurangi jenis proyek turnkey dan akan fokus pada proyek dengan skema progress/monthly payment. “Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang hati-hati.” ujar Ermy./








































