JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) harus terus menjaga kepercayaan pembiayaan koperasi dan memberikan dampak sosial ekonomi tinggi. Dalam usianya yang ke-18 tahun, prestasi dan kinerja LPDB KUMKM cukup baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat memberi sambutan dalam acara LPDB- KUMKM Expo Semarak 18th di Jakarta, Rabu (04/09).
Menurut Menteri Teten, pengelola lembaga keuangan kuncinya adalah di tingkat kepercayaan. “Jadi harus tingkat kepercayaan yang tinggi. Nah ini paling penting, industri perbankan, asuransi, termasuk juga LPDB bagian BLU yang mengelola pembiayaan untuk koperasi,” ujarnya
Karena itu, lanjut Menteri Teten, pengelola lembaga keuangan harus memastikan tingkat kepercayaan yang tinggi. Kepercayaan ini merupakan kunci utama dalam industri perbankan, asuransi, dan termasuk LPDB yang mengelola pembiayaan untuk koperasi.
Teten menekankan pentingnya menjaga kepercayaan, dengan menyebut bahwa aspek budaya korporat dan tata kelola perusahaan harus terus diperbaiki dan ditingkatkan hingga menjadi budaya yang stabil dan tidak mudah berubah.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun lembaga di bawah kementerian bisa mengalami perubahan politik, budaya korporat LPDB harus tetap konsisten. Integritas, transparansi, dan akuntabilitas LPDB perlu dijaga agar tetap menjadi lembaga yang dipercaya oleh masyarakat.
Selanjutnya, Teten berharap LPDB tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
LPDB telah ditetapkan untuk fokus pada pembiayaan koperasi, sementara pembiayaan untuk UMKM sudah cukup banyak tersedia di tempat lain. Teten menginginkan pula agar LPDB dapat semakin memperkuat koperasi di sektor produksi.
Menurutnya, pentingnya koperasi dalam ekonomi nasional terutama di negara dengan dominasi usaha kecil dan mikro sangatlah besar. Koperasi berperan sebagai instrumen agregasi dan konsolidasi usaha mikro kecil, yang dapat meningkatkan skala ekonomi yang tidak bisa dicapai jika berdiri sendiri-sendiri.
Oleh karena itu, bagi MenkopUMKM, penguatan koperasi melalui LPDB harus lebih dari sekadar memberikan pembiayaan yang mudah dan murah.
Baca juga:Terapkan Prinsip GRC, LPDB-KUMKM Jaga Kinerja Positif
Dalam kesempatan tersebut, Teten memberikan apresiasi atas prestasi dan reputasi baik LPDB yang sudah ada. Ia berharap LPDB terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan dampak sosial ekonomi yang tinggi bagi koperasi di Indonesia.
Tak Lepas Dukungan KemenkopUKM
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengaku bahwa keberhasilan lembaganya dalam memberikan layanan terbaik bagi koperasi di Indonesia tidak terlepas dari dukungan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM).
Supomo menyatakan bahwa LPDB-KUMKM mampu mencapai keberhasilan tersebut berkat arahan dan dukungan dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
Supomo menambahkan bahwa Menteri Teten tidak pernah melakukan intervensi langsung dalam operasional LPDB-KUMKM. Sebaliknya, Teten memberikan dukungan yang kuat melalui Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) Nomor 4 Tahun 2020, yang dianggap sebagai “senjata” utama dalam meningkatkan kinerja LPDB-KUMKM. “Permenkop 4 Tahun 2020 adalah senjata kami,” ujarnya.
Supomo juga mengaku bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan kredibilitas lembaga sesuai dengan arahan yang diberikan./



