www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 30 Mei 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film ​​Misteri di Balik Jeritan Tengah Malam Asrama Putri Bogor yang Segera Terungkap di Bioskop
Rona & Film

​​Misteri di Balik Jeritan Tengah Malam Asrama Putri Bogor yang Segera Terungkap di Bioskop

Social Media

JAKARTA.Bisnistoday- ​Bioskop tanah air bersiap menyambut gelombang ketakutan baru melalui karya terbaru rumah produksi PURAS PRODUCTION yang bertajuk “Asrama Putri”. Film yang digarap oleh sutradara bertangan dingin Wishnu Kuncoro bersama produser Adipati Karna ini dijadwalkan akan meneror penonton secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 19 Februari 2026 mendatang.

Kehadirannya diprediksi akan memberikan warna baru dalam industri film horor lokal karena menggabungkan unsur mistis yang kental dengan bumbu drama sosial yang provokatif.

​Film ini tidak hanya sekadar menjual kejutan visual atau jumpscare semata, melainkan berakar pada fenomena yang diakui pernah terjadi di dunia nyata. Menurut sang sutradara, narasi yang dibangun terinspirasi dari rentetan kejadian aneh di sebuah universitas di kawasan Bogor yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar bagi warga sekitar.

“Intinya ini menceritakan kejadian aneh yang benar-benar terjadi pada mahasiswi di sana. Kami mengungkap sisi mistis sekaligus mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan asrama,” ungkap Dea Annisa saat menjelaskan latar belakang produksi film ini di XXI Epicentrum, Jumat (12/2/2026).

​Ketegangan dalam film ini dimulai saat lingkungan akademis yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu justru berubah menjadi zona mencekam akibat gangguan supranatural yang tak terkendali. Melalui karakter Mia yang diperankan oleh Mawar Butterfly, penonton akan dibawa menyaksikan bagaimana batas antara logika ilmiah dan kepercayaan awam terhadap fenomena kesurupan menjadi kabur.

Dinamika antara karakter dan atmosfer mencekam di dalam asrama menjadi daya tarik utama yang membuat “Asrama Putri” layak dinantikan oleh para pecinta genre horor psikologis.
​Kisah mencekam ini bermula ketika Mia, seorang dosen muda yang penuh dedikasi, memulai tugas barunya di sebuah kampus ternama yang berlokasi di Kota Bogor.

Namun, sambutan yang diterima Mia jauh dari kata hangat, karena kedatangannya justru bertepatan dengan pecahnya fenomena kesurupan massal yang melanda para mahasiswi secara mendadak. Meski Liza selaku rektor kampus berupaya keras untuk menutupi kejadian tersebut demi menjaga nama baik institusi, situasi justru semakin tidak terkendali seiring dengan meningkatnya intensitas gangguan gaib.

​Salah satu mahasiswi yang tinggal di asrama bernama Loly menjadi sosok yang paling rentan terhadap serangan makhluk halus tersebut hingga kondisinya kian memprihatinkan dari hari ke hari. Ketidakmampuan pihak kampus dalam menangani masalah ini secara medis maupun logis mulai menimbulkan keresahan besar di kalangan penghuni asrama lainnya.

Keadaan semakin keruh ketika pihak otoritas kampus terlihat lebih peduli pada citra luar dibandingkan keselamatan jiwa para mahasiswi yang terancam oleh kekuatan yang tidak kasat mata.

​Di tengah hiruk-pikuk tersebut, penonton akan disuguhi perdebatan menarik mengenai sudut pandang ilmiah versus kepercayaan tradisional dalam melihat fenomena kesurupan. Film ini secara berani menyoroti bagaimana masyarakat seringkali terbelah saat menghadapi kejadian luar nalar, di mana sebagian mencari penjelasan medis sementara yang lain bersandar pada hal-hal klenik.

Transisi dari situasi normal menjadi kekacauan total ini digambarkan secara mendetail untuk membangun fondasi horor yang kuat sebelum memasuki konflik yang lebih dalam.

​Di balik dinding asrama yang tampak tenang, ternyata tersimpan sebuah praktik bisnis prostitusi terselubung yang dijalankan dengan sangat rapi oleh karakter Miko dan Beny. Keberadaan bisnis gelap ini tidak hanya mencoreng nama baik lembaga pendidikan, tetapi juga menciptakan energi negatif yang seolah memicu bangkitnya entitas dari dunia lain.

Kehadiran sosok hantu perempuan bernama Sally kemudian menjadi puncak dari segala teror, di mana setiap kemunculannya selalu diiringi oleh peristiwa maut yang mengincar siapa saja yang terlibat dalam dosa di masa lalu.

​Gwen, seorang mahasiswi pemberani yang diperankan oleh Dea Annisa, mulai mencium adanya ketidakberesan di lingkungan tempat tinggalnya dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan mandiri. Bersama dengan Mia, Gwen menemukan sebuah buku harian tua milik Sally yang selama ini tersembunyi dan menyimpan catatan-catatan kelam mengenai kejadian di asrama tersebut beberapa tahun silam.

Penemuan buku ini menjadi titik balik penting karena mulai menyeret nama-nama besar di kampus, termasuk seorang dosen bernama Lazuardi yang diperankan oleh Samuel Rizal.
​Keberanian Gwen dalam mengusut tuntas misteri ini menjadi elemen krusial dalam plot, meskipun ia harus menghadapi risiko yang sangat besar bagi keselamatannya sendiri.

Menariknya, Dea Annisa secara pribadi merasa tantangan memerankan Gwen sangat besar karena kepribadian karakter tersebut sangat berlawanan dengan dirinya. “Beda banget karakter Gwen sama aku sehari-hari. Gwen ini pemberani, kalau aku sih penakut banget terhadap hal-hal berbau horor,” ujar Dea yang harus menekan rasa takut pribadinya demi totalitas peran.

​Samuel Rizal yang memerankan tokoh Lazuardi tampil dengan karakter yang sangat kompleks sebagai seorang pendidik yang memiliki rahasia besar dan kelam yang berkaitan erat dengan hantu Sally. Seiring dengan terbukanya lembar demi lembar buku harian tua tersebut, tabir gelap mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Sally di masa lalu mulai terungkap dengan sangat mengejutkan.

Lazuardi menjadi kunci utama yang menghubungkan masa lalu yang pahit dengan teror berdarah yang saat ini sedang melanda seluruh penghuni asrama putri di Bogor tersebut.

​Sutradara Wishnu Kuncoro menekankan bahwa film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan sebuah medium untuk mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan pandangan antara sisi ilmiah dan awam. Dengan plot twist yang tidak terduga di akhir cerita, penonton diajak untuk melihat bahwa seringkali monster yang paling menakutkan bukanlah hantu, melainkan perbuatan manusia itu sendiri. Integrasi antara isu sosial seperti eksploitasi dan kekuasaan dengan elemen mistis menjadikan “Asrama Putri” sebuah sajian sinema yang memiliki kedalaman makna dan alur cerita yang sangat kuat.

​Kombinasi akting dari jajaran aktor ternama seperti Samuel Rizal, Dea Annisa, hingga Mawar Butterfly dipadukan dengan sinematografi yang apik untuk menciptakan pengalaman menonton yang imersif. Melalui dinamika antartokoh dan pengungkapan misteri yang dilakukan langkah demi langkah, film ini berusaha memberikan jawaban atas fenomena kesurupan yang sering terjadi di asrama-asrama kampus.

Pesan moral mengenai tanggung jawab dan konsekuensi dari setiap tindakan menjadi poin penting yang akan dibawa pulang oleh penonton setelah keluar dari studio bioskop.(Adit)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUA-LB) WAMI 2026
Rona & Film

Daftar Lengkap Komposer dan Publisher yang Kini Menduduki Badan Pengawas WAMI


JAKARTA,Bisnistoday- Wahana Musik Indonesia (WAMI) secara resmi menetapkan jajaran Badan Pengawas baru...

Caption foto: Panitia Mahabbah Allah Pakem 9
Rona & Film

Bukan Sekadar Hiburan Mengapa Konser Mahabbah Allah Pakem 9 Jadi Simbol Pertobatan Publik

JAKARTA, Bisnistoday-  Persiapan penyelenggaraan Konser Musik Spiritual bertajuk "Mahabbah Allah Pakem 9"...

Istri
Rona & Film

Merasa Terancam Erin eks  Istri Andre Taulany Resmi Laporkan Mantan ART ke Polisi Soal Pelanggaran Privasi


JAKARTA, Bisnistoday - Perseteruan antara mantan istri Andre Taulany, Rien Kasman atau...

Pentas Musik
Rona & Film

Solois Pop-punk Asal Inggris, Josh Holmes Gelar Konser Intim di M Bloc, Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday - Musisi pop-punk asal Inggris, Josh Holmes, sukses menggelar konser...