BALI, Bisnistoday – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Muktamar VI yang dilaksanakan pada 24-25 Agustus di Kabupaten Badung, Bali. Didalam perhelatan ini, para muktamirin secara aklamasi meminta kepada Ketum PKB terpilih yakni Muhaimin Iskandar untuk menetapkan KH, Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syura PKB.
Ketum PKB terpilih masa periode 2024-2029 yang juga akrab disapa Cak Imin ini, memperlihatkan tayangan video rapat para kiai untuk memutuskan ketua dewan syura PKB. Menurut Cak Imin, para kiai mengusulkan dan menyetujui Ma’ruf Amin sebagai ketua dewan syura PKB.
“Saya menanyakan kepada muktamirin, apakah usulan ini bisa disetujui?” tanya Cak Imin yang dijawab serempak setuju oleh muktamirin atau peserta muktamar di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.
Selanjutnya, Wakil Ketua Umum PKB periode 2019-2024 Jazilul Fawaid menanyakan kembali muktamirin.“Saya ulangi sebagai pimpinan, apakah seluruh peserta muktamirin menyetujui Ma’ruf Amin sebagai ketua dewan syuro DPP PKB. Setuju?” tanya Jazilul yang juga dijawab setuju secara serentak.
Gerakan Politik Kyai
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, PKB merupakan gerakan politik para kiai yang memiliki kepentingan bukan untuk kiai, tetapi untuk bangsa dan negara. “Jadi, PKB itu politiknya ikut kiai, ikut nasihat kiai, ikut petunjuk kiai. Makanya, dinamakan gerakan politik kiai, ‘harakah siyasiyah kiyaiyah’. Tapi, gerakan politik kiai itu bukan untuk kepentingan kiai, tapi untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara,” kata Wapres.
Wapres Ma’ruf mengatakan bahwa PKB merupakan gerakan politik kiai, bukan kiai politik. Menurut Wapres, ada dua perbedaan dalam kedua sebutan itu. “Kalau kiai politik, kiai ikut politik, ke mana saja dia manut saja. Tapi kalau politik kiai, politik ikut kiai,” kata Wapres yang disambut tepuk tangan oleh para kader dan simpatisan PKB.
Dalam kesempatan itu, Wapres Ma’ruf menyebutkan bahwa PKB memang didirikan sebagai wadah untuk menampung aspirasi kaum Nahdliyin pada 26 tahun yang lalu.
Saat itu, warga NU atau disebut Nahdliyin ingin punya partai yang membawa aspirasi mereka. Namun seiring waktu, pendukung PKB bukan hanya anggota NU, melainkan seluruh kelompok.
“Politik PKB adalah politik rahmatan lil ‘alamin, politik untuk semua golongan. Tadi juga Pak Muhaimin bilang begitu, ya. Bukan rahmatan lil nahdliyyin, tapi rahmatan lil ‘alamin. Makanya, yang mendukung PKB itu bukan hanya orang NU,” kata Wapres.
Adapun kehadiran Wapres untuk membuka Muktamar VI PKB di Bali. Selain Wapres, sejumlah pejabat yang turut hadir dalam pembukaan Muktamar VI PKB, yakni Menteri Koordinasi bidang Politik, Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily./Ant/



