www.bisnistoday.co.id
Kamis , 11 Juni 2026
Home LIFESTYLE Trends & Mode Pekerja Larut Malam Berisiko Diabetes dan Obesitas
Trends & Mode

Pekerja Larut Malam Berisiko Diabetes dan Obesitas

Pekerja Malam
ILUSTRASI Wanita tengah menyelesaikan tugas larut malam./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Proteome Research, hanya beberapa hari bekerja pada jadwal shift malam sudah mengacaukan ritme protein yang terkait dengan regulasi glukosa darah, metabolisme energi, dan peradangan, proses yang dapat mempengaruhi perkembangan kondisi metabolik kronis.

Hal ini seperti dikutip dari Medical Daily, Minggu, para peneliti studi terbaru dari Washington State University dan Pacific Northwest National Laboratory mengeksplorasi bagaimana pekerja shift malam lebih rentan terhadap gangguan metabolik, termasuk diabetes dan obesitas.

Para peneliti mengambil sampel relawan dalam jadwal shift malam atau siang yang disimulasikan selama tiga hari. Para peserta kemudian tetap terjaga selama 24 jam setelah shift terakhir mereka, di bawah pencahayaan, suhu, posisi tubuh, dan asupan makanan yang konstan. Ini untuk mengukur ritme biologis internal mereka tanpa pengaruh luar.

Saat peserta tetap terjaga, sampel darah diambil untuk mengidentifikasi protein dalam sel-sel sistem kekebalan berbasis darah. Beberapa protein ini erat kaitannya dengan jam biologis utama. Karena jam biologis utama yang menjaga tubuh pada ritme 24 jam tahan terhadap jadwal shift yang diubah, tidak ada banyak perubahan untuk protein-protein ini.

Namun, pada sebagian besar jenis protein lainnya, seperti yang terlibat dalam regulasi glukosa, terjadi perubahan yang signifikan dalam ritme di antara peserta shift malam dibandingkan dengan peserta shift siang.

Kadar Glukosa Dalam Tubuh

Para peneliti mencatat bahwa ada pembalikan hampir lengkap dalam ritme glukosa pada peserta shift malam. Peserta shift malam juga tidak memiliki sinkronisasi dalam proses yang terlibat dalam produksi insulin dan sensitivitasnya. Proses-proses ini seharusnya bekerja bersama untuk menjaga kadar glukosa dalam rentang sehat.

Ini disebabkan oleh regulasi insulin yang mencoba untuk membatalkan perubahan glukosa yang dipicu oleh jadwal shift malam, yang mungkin merupakan respons yang sehat pada saat itu, tetapi bermasalah dalam jangka panjang, jelas peneliti.

“Ada proses yang terkait dengan jam biologis utama di otak kita yang mengatakan bahwa siang adalah siang dan malam adalah malam dan proses lain yang mengikuti ritme yang ditetapkan di tempat lain dalam tubuh yang mengatakan malam adalah siang dan siang adalah malam. Ketika ritme internal tidak teratur, Anda memiliki stres yang berkelanjutan dalam sistem Anda yang kami percaya memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang,” kata penulis senior studi, Hans Van Dongen, dari WSU Elson S. Floyd College of Medicine.

Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi dini memungkinkan untuk mencegah diabetes dan obesitas, yang juga dapat diterapkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke pada pekerja shift malam./Ant.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Trends & Mode

Victorinox Kembali Hadir Dengan Konsep Practical Nan Relevan

JAKARTA, Bisnistoday - Victorinox kembali menandai milestone terbarunya di Indonesia melalui pembukaan...

Kandung Kemih
Trends & Mode

Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan

JAKARTA, Bisnistoday – Banyak orang tua mengira gangguan ginjal pada anak baru...

Trends & Mode

Vaseline Pro Derma, Dikembangkan Bersama 300 Skin Experts

JAKARTA, Bisnistoday – Vaseline meluncurkan rangkaian varian Vaseline Pro Derma yang dikembangkan...

Diza Anindita, Head of Marketing Fit Hub sedang memberikan penjelasan mengenaii evolusi Fit Hub
Trends & Mode

Fit Hub Kini Hadir Dengan Standar Lebih Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Fit Hub mengumumkan evolusi konsep melalui hadirnya klub terbarunya...