www.bisnistoday.co.id
Selasa , 28 Juli 2026
Home LIFESTYLE Trends & Mode Pahami Melasma dan Cara Tepat Penanganannya
Trends & Mode

Pahami Melasma dan Cara Tepat Penanganannya

Ratna Yuliarviana, dokter estetika

Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u6526426/public_html/wp-content/plugins/wesper-function/inc/core.php on line 735
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bagi banyak orang, terutama perempuan, melasma dapat memengaruhi rasa percaya diri, aktivitas sosial, hinsgga kualitas hidup. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap semua flek di wajah adalah hal yang sama, sehingga penanganannya sering kali kurang tepat.

Melasma merupakan salah satu gangguan hiperpigmentasi yang paling sering ditemukan dan sukar diatasi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan terang hingga gelap pada area wajah, khususnya yang sering terpapar sinar matahari, seperti pipi, dahi, hidung, dan atas bibir. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% penderita melasma adalah perempuan, terutama pada usia reproduktif.

Masyarakat Indonesia sendiri termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami melasma. Selain berada di wilayah tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi sepanjang tahun, mayoritas masyarakat Indonesia memiliki fototipe kulit Fitzpatrick IV–V yang secara alami lebih mudah mengalami hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari.

Selain sinar UV, faktor lain seperti perubahan hormon, genetik, paparan visible light, serta proses inflamasi pada kulit juga berperan dalam munculnya melasma. Kondisi tersebut pernah dialami oleh Margaret Vivi, penyintas melasma. Awalnya ia mengira noda di wajahnya hanyalah flek biasa. Seiring waktu, noda tersebut semakin sulit memudar dan mulai memengaruhi rasa percaya dirinya.

“Saya mengira ini hanya flek biasa. Lama-kelamaan saya jadi kurang percaya diri karena nodanya tidak kunjung memudar. Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya baru memahami bahwa melasma memang membutuhkan penanganan yang tepat dan konsisten,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Stanley Setiawan, dokter spesialis kulit, langkah terpenting dalam menangani melasma adalah memastikan diagnosis yang tepat sebelum menentukan terapi.

“Tidak semua noda gelap di wajah adalah melasma. Karena penyebabnya bisa berbeda, pemeriksaan oleh dokter penting agar pasien mendapatkan terapi yang sesuai. Di sisi lain, pengobatan mandiri tanpa pemahaman yang benar berisiko merusak skin barrier dan memperburuk kondisi kulit,” jelasnya

Stanley menambahkan, salah satu terapi depigmentasi yang dirinya terapkan dalam praktik sehari-hari adalah redermalisasi menggunakan Skin Booster yang mengandung Hyaluronic Acid dan Succinic Acid.

“Salah satu pendekatan mutakhir untuk perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh sekaligus memudarkan noda gelap adalah melalui tindakan redermalisasi dengan Xela Rederm, Skin Booster yang mengombinasikan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid untuk membantu memudarkan hiperpigmentasi sekaligus memperbaiki hidrasi dan kualitas kulit,” sambungnya.

Sementara itu, Ratna Yuliarviana, dokter estetika, menjelaskan bahwa keberhasilan terapi melasma memerlukan pendekatan yang komprehensif.

“Melasma memang bisa dikendalikan, tetapi membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dalam praktik sehari-hari, saya mengombinasikan redermalisasi menggunakan Hyaluronic Acid dan Succinic Acid dengan Growth Factors untuk memperbaiki kualitas kulit dan mendukung regenerasi sel. Terapi ini perlu diimbangi dengan penggunaan sunscreen setiap hari agar hasilnya lebih optimal dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan,” ungkapnya.

Terapi redermalisasi dapat dikombinasikan dengan AQ Serum, yang diformulasikan dengan Growth Factors untuk mendukung regenerasi seluler kulit, membantu mengurangi proses inflamasi, serta mempercepat pemulihan sehingga tampilan hiperpigmentasi dapat berangsur membaik.

‘Selain tindakan di klinik, penggunaan tabir surya setiap hari dengan perlindungan spektrum luas dan SPF tinggi juga menjadi bagian penting dalam membantu melindungi kulit serta mengurangi risiko kekambuhan melasma,” tutur Ratna./E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Trends & Mode

DeRUCCI Hadirkan Kasur AI Pertama di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – DeRUCCI mengumumkan kehadirannya di Indonesia dengan memperkenalkan kasur berbasis...

Trends & Mode

Puspa Nuswantara 2026 : Batik Tak Sekedar Dinilai Pakaian Tapi Memiliki Makna Seni Budaya Melekat

JAKARTA, Bisnistoday - Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) serta Yayasan...

Trends & Mode

Bodypack Luncurkan Seed Series, Koleksi Apparel Berbahan Serat Tanaman untuk Gaya Hidup Urban

BANDUNG, Bisnistoday - Bodypack resmi meluncurkan Seed Series, koleksi apparel terbaru yang...

Trends & Mode

Industri Peralatan Dapur Mulai Adopsi Sistem Penghisap Asap Tersembunyi

JAKARTA - Perkembangan industri peralatan rumah tangga global kini semakin mengarah pada...