JAKARTA, BisnisToday – Tim Nasional Indonesia mengantongi celah kecil untuk tetap berlaga di kualifikasi Putaran 5 Piala Dunia 2026. Indonesia memanfaatkan situasi darurat yang melanda negara-negara pesaing di zona Asia.
Skenario mengejutkan ini muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana, memicu kabar ini setelah ia menyoroti penutupan wilayah udara (airspace) di kawasan Timur Tengah akibat konflik bersenjata antara Iran dan negara-negara sekitarnya.
Konflik ini akan menghambat mobilitas sejumlah tim nasional yang seharusnya bertanding di babak krusial.
Krisis Logistik di Timur Tengah:
Dunia kini menyoroti Irak. Berdasarkan jadwal, Irak harus terbang ke Meksiko untuk menghadapi pemenang antara Bolivia atau Suriname pada 31 Maret mendatang.
Namun, penutupan jalur udara menyulitkan keberangkatan timnas Irak.
Situasi serupa juga menjebak pelatih mereka, Graham Arnold, yang berdomisili di Uni Emirat Arab (UEA).
“Irak tidak bisa terbang karena penutupan airspace. Siapa penggantinya? Secara logika, Uni Emirat Arab harus maju, tapi mereka juga tidak bisa terbang,” ujar Justin dalam analisisnya, Jumat (6/3/2026).
Indonesia sebagai Opsi Terakhir:
Qatar dan Arab Saudi telah memastikan tiket lolos dalam hierarki kualifikasi Putaran 4 sebelumnya.
Masalah logistik perang kini menjegal langkah Irak dan UEA yang berada di bawah mereka. Jika merujuk pada urutan klasemen, Oman menempati posisi berikutnya, lalu Indonesia menyusul kemudian.
Namun, posisi geografis Oman yang berdekatan dengan zona konflik kemungkinan besar akan menghambat mereka seperti halnya Irak dan UEA.
Saat negara-negara peringkat atas tidak mungkin berangkat ke Meksiko, Indonesia muncul sebagai kandidat yang paling siap dan aman secara logistik untuk melakukan penerbangan internasional.
Lobi PSSI Jadi Penentu:
Meskipun peringkat FIFA Indonesia (122) masih terpaut jauh, Justin menekankan bahwa faktor kondisi luar biasa (force majeure) yang tidak terkontrol murni menciptakan situasi ini.
Ia mendesak PSSI agar segera bergerak cepat melakukan investigasi dan lobi ke pihak terkait, termasuk FIFA, guna menjajaki kemungkinan Indonesia mengisi slot tersebut.
“Saya yakin PSSI sudah paham dan semoga mereka sudah melobi ke sana. Situasi yang tidak terkontrol ini menentukan keadaan, bukan sekadar masalah keberuntungan,” tambahnya.
Jika skenario ini terwujud, Indonesia akan menghadapi tantangan besar di Meksiko melawan wakil dari Amerika Latin atau Karibia.
Meskipun Garuda memiliki jadwal uji coba melawan tim lain, mereka harus memprioritaskan kesempatan bertanding di kualifikasi Putaran 5 jika pintu tersebut benar-benar terbuka.
Kini, publik sepak bola tanah air menanti langkah diplomasi PSSI di balik layar sembari memantau perkembangan eskalasi di Timur Tengah yang secara tidak langsung menentukan nasib perjalanan Garuda menuju pentas dunia.



