BANDUNG, Bisnistoday -Sebanyak 94 kepala desa dan lurah se-Kabupaten Bandung melaksanakan pesantren kilat di Pondok Pesantren Internasional Asy Syifaa yang ada Di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) pada Senin.
Pesantren kilat yang diikuti para kepala desa dan lurah ini merupakan tahap pertama dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat yang bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan Pondok Pesantren Internasional Asy Syifaa.
Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna yang membuka langsung
pelaksanaan pesantren kilat kepala desa dan lurah dengan tema “Pelayanan
publik berkarakter Bedas dalam penguatan aparatur desa dan kelurahan
yang berakhlak mulia”, mengatakan pelaksanaan pesantren kilat ini
sebagai upaya serius dalam rangka mendukung visi Pemkab Bandung, yaitu
terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif,
dinamis, agamis dan sejahtera (Bedas).
“Kegiatan pesantren bagi kepala desa ini merupakan implementasi penjabaran misi ke-4 yaitu mengoptimalkan tata kelola pemerintahan melalui birokrasi yang profesional, dan tata kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Menurut bupati, tahun 2023 ini adalah tahun yang cukup berat, dimana
tahun ini situasi sosial, ekonomi masih bergejolak dan tidak menentu atau disebut sebagai era vuca “volatility, uncertainty, complexity and ambiguity”, sekaligus tahun politik menjelang tahun 2024 pelaksanaan pemilihan umum. Bupati Bandung berharap kepada para kepala desa dan kelurahan untuk menjaga kondusifitas wilayah.
“Untuk itu, saya mengharapkan seluruh kepala desa dan lurah melalui program dan kegiatan masing-masing, dapat mendorong seluruh jajarannya agar semakin meningkatkan akselerasi kinerja, khususnya pelayanan publik dengan kerja profesional,” ucapnya.
Dadang mengungkapkan, sebagai seorang pemimpin di lingkungan kerja
masing-masing agar yang mengelola secara langsung layanan kepada
masyarakat, baik kepala desa maupun lurah senantiasa harus bergerak
cepat, responsif dan aktif memantau keselarasan program dan potensi yang
ada Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana). Dalam mewujudkan
visi Pemkab Bandung, khususnya terhadap berbagai persoalan dan situasi
di tengah masyarakat desa.
“Pimpinan wilayah harus menuju birokrasi yang kompetitif, birokrasi yang
berani meninggalkan zona nyaman, mampu merespon segala bentuk perubahan dan senantiasa berinovasi,” lanjutnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap kepada para
santri-santriwan dari para kepala desa dan lurah itu, untuk tetap jaga
integritas, profesional, dan loyalis. Hindari tindakan-tindakan yang
bertentangan dengan ketentuan. Mari sama-sama wujudkan birokrasi yang
handal, efektif, efisien dan berintegritas. Kemudian, internalisasi nilai-nilai spritual yang diberikan Pimpinan Pondok Pesantren diharapkan dapat mengasah nilai-nilai afektif dan kognitif bersama dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, bekerja sebagai pelayanan masyarakat, khususnya sebagai insan manusia yang
bertakwa kepada Allah SWT.(Huda/Vian)
Caption foto : Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna pada acara pembukaan pesantren kilat buat kepala desa dan lurah. (Foto: Humas Pemkab Bandung)





































