JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) menyatakan sikap, terkait penanganan kendaraan Over Dimension and Over Load (ODOL), Menteri Perhubungan cenderang mengesampingkan nasib usaha angkutan truk. Kemenhub dituding mengutamakan aspek keselamatan berkendara.
“APTRINDO menyayangkan pernyataan Menteri Perhubungan yang kembali mengulang retorika seputar keselamatan dan korban kecelakaan akibat kendaraan ODOL, tanpa disertai narasi strategis atau rencana kerja konkret untuk solusi yang adil dan menyeluruh,” ujar Gemilang Tarigan, Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) melalui keteranganya di Jakarta, Sabtu (28/6).
“Fokus semata pada aspek keselamatan tanpa memperhitungkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha logistik hanya akan memperbesar ketimpangan dan keresahan di lapangan,” cetusnya.
APTRINDO, lanjut Gemilang, juga menyesalkan adanya komentar dari salah satu individu yang disebut sebagai pengusaha truk dalam forum tersebut, yang memberikan pendapat tanpa mempertimbangkan realita dan beban operasional yang dialami pengusaha angkutan barang saat ini. “Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari APTRINDO dan tidak mewakili aspirasi mayoritas pengusaha truk secara nasional,” tegasnya.
Karena itu, lanjut Gemilang, APTRINDO mengutarakan, kekecewaan atas sikap Kementerian Perhubungan yang hingga saat ini tidak pernah melibatkan APTRINDO secara formal dalam perumusan kebijakan strategis penanganan ODOL. Padahal, APTRINDO adalah asosiasi resmi dan sah yang menaungi mayoritas pelaku usaha angkutan barang di Indonesia.
Ketum APRINDO ini menyatakan, sangat disayangkan bahwa justru asosiasi-asosiasi yang tidak memiliki struktur nasional yang jelas, tanpa keanggotaan yang terverifikasi, diberikan ruang dalam diskusi kebijakan yang sangat berdampak pada sektor logistik nasional. Hal ini berpotensi menyesatkan arah kebijakan dan menimbulkan disinformasi.
Narasi Menyudutkan Pengusaha
Gemilang Tarigan, Ketum APTRINDO mendesak Menteri Perhubungan untuk menghentikan narasi publik yang terus menyudutkan pelaku usaha angkutan barang. Penanganan ODOL tidak akan pernah efektif tanpa melibatkan semua pihak dalam rantai logistik, termasuk pemilik barang sebagai bagian dari ekosistem yang menentukan dimensi dan muatan kendaraan.
“APTRINDO tetap berkomitmen untuk mendukung penanganan ODOL yang adil, kolaboratif, dan berbasis solusi sistemik. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem transportasi barang nasional yang aman, efisien, dan berkelanjutan.”//


