JAKARTA, Bisnistoday – Kunjungan Donald Trump ke Tiongkok pekan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik global dan hubungan dua negara adidaya itu yang terkadang kurang harmonis. Ini merupakan kunjungan pertama presiden AS ke Negeri Tirai Bambu dalam satu dekade terakhir.
Tentunya ada banyak hal yang perlu dibahas oleh Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, tetapi menurut Guardian setidaknya ada lima isu utama yang kemungkinan akan mendominasi agenda pertemuan. Berikut lima di antaranya:
1.Perang Iran
Trump sangat ingin Tiongkok menekan Teheran agar proses perdamaian berjalan lancar dan membuka kembali Selat Hormuz. Hingga saat ini, Beijing hanya jadi ‘penonton’ perseteruan AS dengan Iran, setidaknya itu yang dilihat publik.
Namun, Tiongkok sebetulnya juga punya kepentingan dengan Selat Hormuz karena sekitar setengah dari impor minyak mentahnya melewati selat tersebut. Tiongkok tahu ekspornya akan menderita jika resesi global terjadi akibat krisis pasokan minyak.
Akan tetapi, yang memperumit keadaan, AS pekan ini menjatuhkan sanksi kepada beberapa perusahaan Tiongkok yang dituduh membantu pengiriman minyak Iran dan memasok citra satelit yang diduga digunakan dalam operasi militer Iran. Tuduhan ini telah dibantah Beijing. Kedatangan Trump terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunjungi Beijing pekan lalu.
2.Perang Taiwan
Pertemuan ini mungkin juga akan dimanfaatkan Tiongkok untuk menekan AS terkait Taiwan. Trump mengatakan dia siap untuk mengangkat isu penjualan senjata ke pulau itu, yang diklaim Tiongkok sebagai wilayah yang memisahkan diri meskipun tidak pernah memerintahnya.
Pada Desember lalu, Trump mengesahkan paket senjata senilai US$11 miliar untuk Taiwan, penjualan senjata terbesar yang pernah ada ke pulau itu, tetapi belum ada pengiriman yang dilakukan.
Xi mungkin akan berupaya mengubah cara AS menyebut Taiwan. Idealnya, dari perspektif Beijing, ini akan menjadi pernyataan dari Washington yang “menentang” kemerdekaan Taiwan daripada “tidak mendukungnya”.
John Kirby, mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon memperingatkan: “Mereka harus sangat tepat ketika berbicara tentang Taiwan karena, terus terang, taruhannya sangat tinggi.” Trump selama ini dikenal suka bicara ceplas-ceplos dan berubah-ubah.
3.Kecerdasan Buatan
Tiongkok dan AS terlibat dalam perlombaan kecerdasan buatan yang menjadi semacam perang dingin teknologi.
Pada April, Gedung Putih menuduh Tiongkok mencuri kekayaan intelektual laboratorium AI AS dalam skala industri, klaim yang dibantah Beijing.
Sementara itu, Beijing frustrasi dengan keengganan Washington untuk mengizinkan Nvidia mengekspor chip pemrosesan terkuatnya ke Tiongkok. Pada bulan Januari, Gedung Putih mengatakan Nvidia dapat mengekspor chip terkuat kedua mereka, H200, tetapi belum ada pengiriman yang dilakukan.
Para analis berharap Trump dan Xi akan membahas pedoman AI yang tidak mengikat, termasuk berbagi informasi tentang penyalahgunaan dan keamanan AI, yang dipandang sebagai pengaman penting di tengah munculnya persenjataan AI dan penggunaannya di dunia militer.
4.Perdagangan
Trump telah berulang kali mengancam Tiongkok terkait perdagangan, memberlakukan tarif di atas 140% tahun lalu. Tetapi Xi memiliki beberapa kartu truf dan tidak menyerah. Tiongkok memblokir ekspor mineral langka dan magnetnya ke AS. Trump, akhirnya, mundur.
AS telah menghabiskan sejumlah besar persenjataan dalam perang melawan Iran, dengan banyak komponen persenjataan yang membutuhkan mineral penting yang terkait dengan rantai pasokan yang didominasi oleh Tiongkok.
Tiongkok diperkirakan akan mengumumkan pembelian terkait pesawat Boeing, pertanian, dan energi Amerika, kata para pejabat AS. Sebagai imbalannya, Beijing ingin AS melonggarkan pembatasan ekspor semikonduktor canggih.
Beijing juga ingin mengurangi hambatan investasi di AS, dan berharap untuk membentuk Dewan Investasi yang setara dengan Dewan Perdagangan yang didukung Trump.
5.Fentanyl
Fentanyl adalah agenda utama Trump minggu ini, menurut laporan Politico, mengutip seorang pejabat administrasi yang meminta namanya tidak disebutkan untuk memberikan pratinjau sesi tertutup.
AS telah lama menuduh bisnis Tiongkok secara sadar memasok prekursor kimia kepada kartel Meksiko yang menggunakannya untuk membuat narkoba. Trump tahu jika terlihat keras menekan Tiongkok terkait fentanyl dan prekursornya, akan mendapat sambutan baik dari basis pendukungnya.
Namun Trump kehilangan pengaruh penting di bidang fentanyl ketika Tiongkok menentang ancaman tarifnya. Pada bulan Maret, AS dan Tiongkok berselisih mengenai fentanyl dan perdagangan pada pertemuan narkoba PBB.
Tiongkok ingin dihapus dari daftar tahunan Departemen Luar Negeri tentang “negara transit narkoba utama atau negara penghasil narkoba ilegal”, yang akan diperbarui pada bulan September.//


