www.bisnistoday.co.id
Selasa , 12 Mei 2026
Home GLOBAL ASEAN Wapres Filipina Sara Duterte Kembali Berupaya Dimakzulkan
ASEANGLOBAL

Wapres Filipina Sara Duterte Kembali Berupaya Dimakzulkan

Ini adalah kali kedua Sara dimakzulkan oleh majelis rendah. Ia juga dimakzulkan dengan alasan serupa tahun lalu tetapi lolos dari persidangan.

Sara Duterte (dok:Youtube ABN-CBSNews)
Sara Duterte (dok:Youtube ABN-CBSNews)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Parlemen Filipina kembali berupaya memakzulkan Wakil Presiden, Sara Duterte atas tuduhan menyalahgunakan dana publik.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina itu juga ditunduh mengumpulkan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan sumbernya, dan mengancam nyawa Presiden Ferdinand Marcos Jr dan istrinya.

Menurut Guardian, dengan adanya upaya pemakzulan untuk yang kedua kalinya ini, Sara kemungkinan sulit untuk ikut pada Pilpres mendatang.

Sara, putri dari mantan presiden Rodrigo Duterte yang kini dalam tahanan, dimakzulkan oleh mayoritas besar anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat, yang didominasi oleh sekutu Marcos.

Sebelumnya ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam kampanye bersama dengan Marcos, tetapi sekarang mereka adalah musuh bebuyutan.

Pengaduan terhadapnya akan diteruskan ke Senat, di mana ia akan menghadapi persidangan. Jika terbukti bersalah, Sara akan dilarang menduduki jabatan publik, dan itu akan menggagalkan rencananya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028.

Sara membantah semua tudingan. Dalam sebuah pernyataan, pengacaranya  mengatakan: “Beban pembuktian kini berada di pundak para penuduh untuk membuktikan klaim mereka sesuai dengan konstitusi, hukum, dan aturan tentang bukti.”

Sara memimpin banyak jajak pendapat awal menjelang pemilihan 2028, dan keluarganya tetap menjadi kekuatan yang berpengaruh dalam politik Filipina meskipun ada sejumlah kasus hukum yang melingkupinya.

Tahun lalu, ayahnya ditangkap dan dikirim ke pengadilan kriminal internasional di Den Haag. Di sana ia menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan apa yang disebutnya “perang melawan narkoba”, yang menewaskan ribuan orang selama masa kepresidenannya 2016-2022.

Upaya menjegal Sara perlu waktu panjang. Pembuktian bersalah dalam persidangan pemakzulan membutuhkan dukungan dua pertiga dari 24 anggotanya. Para analis menilai Sara memiliki dukungan yang lebih kuat di Senat dibandingkan dengan di majelis rendah.

Sesaat sebelum pemungutan suara pemakzulan pada Senin (11/5/2026), Senat memilih sekutu lama keluarga Duterte, Alan Peter Cayetano, sebagai ketua barunya.

Cayetano adalah calon wakil presiden Rodrigo Duterte dan menjabat sebagai menteri luar negeri di bawah pemerintahannya. Ia membantah pengangkatannya terkait dengan pemungutan suara pemakzulan.

Bukan pertama kali

Ini adalah kali kedua Sara dimakzulkan oleh majelis rendah. Ia juga dimakzulkan dengan alasan serupa tahun lalu tetapi lolos dari persidangan. Ketika itu, ia mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Filipina yang menyatakan upaya pemakzulan  tersebut tidak konstitusional karena alasan teknis.

 

Tuduhan terhadap Sara berfokus pada penyalahgunakan dana publik saat menjabat sebagai wakil presiden dan sebagai menteri pendidikan, jabatan yang pernah dipegangnya, dan termasuk penyuapan. Ia juga dituduh mengancam Marcos, istrinya, Louise Araneta-Marcos, dan sepupunya Martin Romualdez, mantan ketua DPR.

Ancaman itu disampaikan selama konferensi pers daring di mana Sara mengatakan ia akan membunuh Marcos, istrinya, dan Romualdez dengan seorang pembunuh bayaran jika ia sendiri terbunuh.

Ia kemudian mengatakan bahwa ia tidak mengancam presiden dan bahwa komentarnya telah disalahartikan.

Marcos, putra mantan presiden Ferdinand Marcos, telah mencoba menjauhkan diri dari kasus terhadap mantan sekutunya itu. Ia juga selamat dari upaya pemakzulan terpisah pada bulan Februari, karena sekutunya di DPR memilih untuk menolak tuduhan terhadapnya, termasuk klaim korupsi. //

.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Salah satu SPBU di AS (dok_Unsplash/Shawnclark)
EKONOMIEnergiGLOBALKawasan Global

Antisipasi Lonjakan Harga, Trump akan Pangkas Pajak Bensin

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengurangi pajak...

Angka Kelahiran di Korsel Mulai Meningkat (dok:unsplash/speedysandy)
GLOBALIndepthKawasan Global

Begini Cara Korsel Mengatasi Penyusutan Populasi

JAKARTA, Bisnistoday - Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat kelahiran...

Cuaca Panas (Ilustrasi/unsplash/immo wegmann)
GLOBALLingkungan

Asia Selatan Dilanda Gelombang Panas Mematikan

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas dahsyat dan mematikan melanda Asia Selatan. Fenomena...

Sejumlah panel sulaman dari Permadani Genosida Gaza [Sumber: Museum Palestina AS]
GLOBALHumanioraIndepth

Menyulam Kesaksian di Permadani Genosida Gaza

JAKARTA, Bisnistoday - “Saya seorang jurnalis; bercerita adalah keahlian saya. Kata-kata adalah...