JAKARTA, Bisnistoday – PT Prima Armada Raya (PAR) lakukan kolaborasi strategis dengan sejumlah lembaga pembiayaan terkemuka melalui program Strategic Financing Partnership. Hal ini, sebagai bagian dari langkah perusahaan dalam mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi armada secara berkelanjutan.
Kemitraan pembiayaan tersebut melibatkan PT Mandiri Utama Finance, PT Bank IBK Indonesia Tbk, dan PT BNI Multifinance sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan aset produktif serta memperkuat struktur pendanaan perusahaan ke depan.
Direktur Utama PT Prima Armada Raya, Esa Wisnu Prabowo, menyampaikan bahwa kemitraan strategis bersama para lembaga pembiayaan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.
“Perjalanan bisnis yang kami jalani hingga saat ini tidak akan mungkin tercapai tanpa dukungan, kepercayaan, serta kolaborasi yang kuat dari para lembaga pembiayaan. Dengan dukungan tersebut, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan, memperkuat infrastruktur dan kapasitas armada, serta memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada pelanggan Prima Armada Raya,” ujar Esa.
Momentum kolaborasi ini dikemas dalam acara “Financing Partnership Appreciation Night” yang diselenggarakan pada Kamis, 7 Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Acara tersebut menjadi bagian dari upaya PAR dalam mempererat hubungan kemitraan sekaligus membangun komunikasi strategis yang lebih solid bersama para lembaga pembiayaan.
Dukungan Pembiyaan
Direktur Keuangan dan SDM PT Prima Armada Raya, Anjas Jati Kesuma, menambahkan bahwa dukungan pembiayaan dari para mitra strategis memiliki kontribusi penting dalam menjaga struktur permodalan yang optimal dan profil likuiditas perusahaan.
“Dukungan pembiayaan yang diberikan turut berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas aset produktif, percepatan ekspansi armada, serta optimalisasi tingkat utilisasi aset di seluruh lini operasional perusahaan,” ujar Anjas.
Ia menambahkan bahwa PAR terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan arus kas yang disiplin, pengendalian biaya yang terukur, serta peningkatan kinerja perusahaan melalui optimalisasi return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat kerangka manajemen risiko, khususnya dalam pengelolaan risiko kredit, likuiditas, dan operasional.
Seiring pertumbuhan industri rental kendaraan nasional, PAR melihat peluang besar untuk terus bertransformasi menjadi penyedia solusi mobilitas terintegrasi yang cerdas dan berkelanjutan. Berdasarkan riset Mordor Intelligence, pasar rental mobil di Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan rata-rata tahunan sebesar 16,08% dalam lima tahun mendatang./






































