JAKARTA, Bisnistoday – Tren wisata mewah di Indonesia terus menunjukkan geliat positif. Pulau Bali, Lombok, hingga Sumba kini tak hanya menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara, tetapi juga incaran perusahaan perjalanan eksklusif dunia. Salah satunya adalah ThirdHome yang resmi memperluas pasar bisnisnya ke Indonesia.
Perusahaan klub pertukaran rumah mewah global itu melihat Indonesia sebagai pasar strategis baru di kawasan Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan vila premium dan rumah kedua mewah yang terus meningkat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata kelas atas.
Pendiri sekaligus Direktur Utama ThirdHome, Wade Shealey, mengatakan Bali menjadi magnet utama ekspansi perusahaan karena reputasinya yang mendunia sebagai destinasi wisata premium.
“Indonesia adalah pilihan yang jelas untuk fase ekspansi kami berikutnya di Asia Tenggara. Status global Bali dan kepadatan rumah kedua mewah yang luar biasa menjadikannya pasar yang sangat menarik,” ujar Wade kepada media di Jakarta, Rabu (13/5).
Saat ini, ThirdHome telah memiliki hampir 100 properti di Indonesia yang berkembang secara organik, mulai dari vila eksklusif di Bali hingga residensi mewah di Lombok dan Sumba. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring tingginya minat pemilik properti premium untuk bergabung dalam jaringan global perusahaan tersebut.
ThirdHome sendiri dikenal sebagai klub perjalanan pribadi terbesar di dunia bagi pemilik rumah kedua mewah. Berdiri sejak 2010, perusahaan itu kini memiliki lebih dari 30.000 properti di lebih dari 100 negara dengan jaringan 2.500 destinasi wisata dunia.
Konsep yang ditawarkan cukup unik. Para anggota dapat menukarkan waktu menginap di properti miliknya dengan kredit perjalanan atau “Keys” yang kemudian dapat digunakan untuk menikmati vila, resort, hingga kapal pesiar mewah di berbagai negara tanpa biaya sewa harian.
Solusi Bisnis Properti
Menurut Wade, konsep ini menjadi solusi bagi pemilik properti premium yang ingin memaksimalkan nilai rumah liburannya tanpa harus terlibat dalam sistem penyewaan jangka pendek yang rumit.
“Anggota cukup menawarkan dua minggu masa tinggal di rumah kedua mereka. Dari sana mereka memperoleh kredit perjalanan untuk menikmati pengalaman liburan eksklusif di berbagai belahan dunia,” katanya.
Fenomena berkembangnya wisata mewah di Indonesia juga dipengaruhi meningkatnya minat wisatawan kelas atas terhadap pengalaman privat dan eksklusif. Tren ini semakin terlihat pascapandemi, ketika wisatawan lebih memilih vila pribadi, resort butik, dan layanan premium dibandingkan hotel konvensional.
Di Bali, misalnya, vila-vila mewah dengan panorama pantai, sawah, hingga tebing kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan premium global. Selain itu, kawasan seperti Lombok dan Sumba mulai dilirik karena menawarkan pengalaman wisata alam yang lebih tenang dan eksotis.
Perkuat Jejaring Global
Wade menambahkan, kini ThirdHome pun menggandeng sejumlah mitra resort internasional untuk memperkuat portofolionya di Indonesia. Perusahaan ini diketahui memiliki lebih dari 150 mitra resort mewah dunia, termasuk jaringan ternama seperti The Ritz-Carlton dan Minor Hotels.
Ekspansi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta wisata premium global. Keindahan alam, budaya yang kaya, serta pertumbuhan properti mewah menjadi kombinasi kuat yang menarik perhatian pelaku industri perjalanan internasional.
“Dengan pasar wisata luxury yang terus tumbuh, Indonesia bukan hanya menjadi destinasi liburan, tetapi juga bagian penting dari gaya hidup global para pelancong kelas atas.”


