www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home EKONOMI Pendanaan Proyek KPBU Capai Rp156 Triliun
EKONOMISektor Riil

Pendanaan Proyek KPBU Capai Rp156 Triliun

PEMBANGUNAN TOL : Proyek tol Bengkulu-Lubuk Linggau belum lama ini. Kementerian PUPR melalui Badan Usaha Jalan Tol percepat pembangunan tol Bengkulu-Lubuk Linggau,.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sebanyak 25 proyek dengan fasilitas skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) availability payment (AP) di seluruh Indonesia tercatat mencapai Rp156 triliun per Oktober 2022. Dari jumlah tersebut, berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebanyak 15 proyek sudah beroperasi.

“Skema KPBU AP ini telah didukung oleh Kemenkeu lebih dari satu dekade melalui penyediaan berbagai fasilitas fiskal untuk menyediakan enabling environment,” kata Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kemenkeu, Luky Alfirman dalam acara Penandatanganan Proyek KPBU Pengembangan Proving Ground BPLJSKB Bekasi,  Jawa Barat, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (31/10).

Sementara, Fasilitas skema KPBU AP tersebut antara lain dengan menyediakan fasilitas penyiapan proyek atau project development facility (PDF), dukungan kelayakan atau viability gap fund (VGF), serta penjaminan pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Lebih lanjut, Luky Alfirman menjelaskan skema KPBU AP merupakan bentuk pembiayaan kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menutup selisih biaya infrastruktur dengan mendorong peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia, sehingga dapat terus mengurangi beban atau ketergantungan kepada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Selain melalui tiga fasilitas KPBU AP, Kemenkeu juga terus membantu 55 proyek KPBU yang sedang dalam tahap penyiapan, salah satunya adalah proyek Bandara Singkawang di bawah Kementerian Perhubungan.

Bantuan tersebut salah satunya diberikan dengan fasilitas pendanaan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk proyek pemerintah pusat dan fasilitas pembiayaan infrastruktur oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Kedua fasilitas ini juga telah banyak berkiprah dalam mendukung implementasi skema KPBU di Indonesia, salah satunya adalah Kereta Api Makassar-Parepare yang harapannya bisa dioperasikan pada tahun ini,” ungkapnya.

Bantu Perizinan Investasi

Mengenai perizinan, Luky menuturkan Kemenkeu juga telah membantu penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) proyek KPBU AP dalam memastikan kecukupan anggaran melalui optimasi AP dengan menerbitkan izin kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI) untuk proyek KPBU yang akan melakukan pemanfaatan barang milik negara di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Kemenkeu turut memberikan fasilitas KPBU AP kepada proyek Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) sejak 2019 melalui penegasan kepada PT PII dalam rangka menyusun dasar agar menjadi bankable, serta melaksanakan pengadaan badan usaha yang dapat memaksimalkan kompetisi dan inovasi swasta./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...

EKONOMI

Kota Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan, Bandara Husein Jadi Penguat Konektivitas

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 23-24...

Peserta Roundtable Discussion “Mewujudkan Aksi Kolaborasi Ekonomi Sirkular dalam Rantai Nilai TPT. (dok:Ist)
Sektor Riil

Percepat Ekonomi Sirkular, Pelaku Rantai Nilai Tekstil Dorong Kolaborasi

JAKARTA, Bisnistoday – Para pelaku industru tekstil yang tergabung dalam Indonesia Business...

Sektor Riil

IM3 Hadirkan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

JAKARTA, Bisnistoday – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3...