JAKARTA, Bisnistoday — Tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diperkirakan masih berpeluang melandai dalam beberapa waktu ke depan. Penurunan ini dinilai akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap solid di tengah perlambatan ekonomi global.
Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto, memperkirakan pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia pada kuartal III-2025 akan berada di kisaran 4,9% hingga 5,0% year on year (yoy) atau 1,3%–1,4% quarter to quarter (qtq). Kinerja ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga di sekitar 4,6%, serta investasi langsung (PMA dan PMDN) yang tumbuh sekitar 6%.
“Pertumbuhan ekspor juga diperkirakan mencapai 8%, sementara impor naik 9%, dan belanja pemerintah tumbuh kuat di kisaran 5%,” ujar Ryan.
Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kuartal II-2025 sebesar 5,12% yoy, kinerja tersebut tetap menunjukkan fundamental ekonomi domestik yang kokoh. Dengan demikian, ekonomi Indonesia pada 2025 berpotensi tumbuh di kisaran 5,0%–5,1% yoy.
Ryan menilai capaian ini tergolong positif di tengah perlambatan ekonomi global yang menurut proyeksi IMF (Oktober 2025) turun dari 3,3% pada 2024 menjadi 3,2% di 2025.
“Pertumbuhan sekitar 5% bukanlah hasil yang buruk. Ini bisa menjadi modal berharga untuk mendorong laju ekonomi ke kisaran 5,1%–5,3% pada 2026, asalkan kebijakan moneter dan fiskal tetap sinkron,” katanya.
Menurutnya, agar momentum pertumbuhan tetap terjaga, Bank Indonesia perlu menjaga tren penurunan suku bunga. Sementara di sisi lain, pemerintah diharapkan melanjutkan kebijakan fiskal ekspansif serta menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif bagi pelaku usaha./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)
























