www.bisnistoday.co.id
Rabu , 23 September 2026
Home HEADLINE NEWS PERTAHKINDO : Banyak Tenaga Konstruksi Masih Nganggur
HEADLINE NEWS

PERTAHKINDO : Banyak Tenaga Konstruksi Masih Nganggur

Aris Wimarta
KETUM PERTAHKINDO, Aries Wimarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perkumpulan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (PERTAHKINDO) meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, kolaborasi serta inovasi untuk kemajuan sektor industri. Sekarang ini, kompentensi tenaga kerja yang memiliki sertifikasi masih rendah sedangkan kebutuhan sangat besar dan mendesak.

“Sekitar 35 persen lulusan perguruan tinggi dan SMK sektor jasa konstruksi di Indonesia masih menganggur. Disisi lain, baru sekitar 10% dari pekerja di Indonesia yang tersertifikasi BNSP. Sedangkan kebutuhan tenaga konstruksi tinggi. Ini tentu ada yang kurang, atau salah, dan kita cari jawabanya di symposium ini,” ungkap Ketum DPP PERTAHKINDO, Aris Wimaruta, saat kegiatan “Simposium Konstruksi Nasional dan Musyawarah Nasional PERTAHKINDO 2024 dengan tema “Ayo Bangkit, Padukan Karis dan Usaha” di Jakarta, Rabu (12/9).

Aris menekankan  pentingnya, kolaborasi dan inovasi, terstruktur, sistematis dan berkelanjutan. Penting untuk bersinergi meningkatkan hubungan, pelaku usaha, akademisi, lembaga pelatihan, lembaga keuangan dan ketenagakerjaan. “Dengan sinergi, kita akan lebih siap dalam dinamika industri. Sinergi untuk target yang dicapai dan bersaing inovasi dalam satu kesatuan.”

Dirjen Bina Konstruksi, Abdul Muis yang mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengutarakan, sektor jasa kontruksi merupakan sektor penting bagi pendorong perekonomian nasional. Sektor konstruksi mampu menciptakan industri berkelanjutan dengan meningkatkan daya saing bangsa.

Dalam data International Institute for Management Development (IMD), melalui rilis World Competitiveness Ranking (WCR) tahun 2024 bahwa Indonesia  berada di peringkat ketiga di tingkat ASEAN, sedangkan untuk dunia Indonesia mampu meningkatkan peringkat dari 34 tahun 2023 lalu menjadi level ke 27 pada tahun 2024. “Butuh optimisme, transparansi, serta penyediaan infrastruktur yang baik.”

Karena itu, Kementerian PUPR mendorong adanya transformasi digital di sektor konstruksi nasional. Dengan digitalisasi diyakini dapat mengatasi masalah konstruksi melalui pemetaan masalah dengan baik dan menghasilkan solusi yang tepat dan cepat.” Saat ini, Kementerian PUPR, telah mengadop seperti IT (Internet of thinks) serta BIM (Modeling) untuk menuju smart infrastructure.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bank Indonesia diperkirakan pertahankan BI Rate./
HEADLINE NEWS

Ekonom Perkirakan BI Rate Masih Logis Bertahan dilevel 5,75%

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah tekanan nilai tukar Rupiah yang menembus Rp...

HEADLINE NEWS

Sebanyak 117 Korban Belum Diketemukan,  Kemenhub Tingkatkan Operasi SAR Virgo Transport 8

BANJARMASIN, Bisnistoday– Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendukung pelaksanaan...

Pelabuhan
HEADLINE NEWS

Prospek Asia Tenggara Tetap Terhubung di Tengah Divergensi Pertumbuhan Ekonomi

SINGAPURA, Bisnistoday – Prospek ekonomi Asia Tenggara dalam satu dekade mendatang masih menunjukkan...

Sabo DAM
HEADLINE NEWS

Mitigasi Bencana, Kementerian PU Bangun 40 Sabo Dam di 6 DAS Aceh

ACEH, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 40 unit Sabo Dam...