www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Maret 2024
Home EKONOMI Pertamina Optimis Penuhi Kebutuhan Produk Petrokimia Mulai 2022
EKONOMI

Pertamina Optimis Penuhi Kebutuhan Produk Petrokimia Mulai 2022

TPPI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Pertamina (Persero) memastikan proyek Revamping Aromatic dan New Olefin yang dilaksanakan oleh PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) terus berjalan untuk mendukung kemandiran energi nasional. Dengan penyelesaian proyek tersebut, nantinya Pertamina diharapkan memenuhi kebutuhan produk Petrokimia Nasional, khususnya Paraxylene yang ditargetkan zero impor setelah proyek Revamping Aromatic selesai pada tahun 2022.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang di hadapan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto saat kunjungan kerjanya TPPI di Tuban, Jawa Timur, baru-baru ini.

Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut antara lain Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro, dan Direktur Utama PT TPPI Yulian Dekri.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang mengatakan, Pertamina saat ini sedang menjalankan sejumlah megaproyek kilang dan petrokimia guna menindaklanjuti penugasan pemerintah baik yang tercantum dalam Perpres, Inpres, Kepmen ESDM, maupun arahan langsung Presiden, khususnya percepatan pelaksanaan proyek kilang minyak dan petrokimia hingga 2024.

Di TPPI, terdapat dua proyek pengembangan dan pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan Pertamina.

Pertama, proyek Revamping Aromatic yang akan meningkatkan produksi petrokimia berupa Paraxylene dari 600 ribu ton menjadi 780 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada 2022.

Kedua yaitu Proyek new Olefin yang mencakup pembangunan Naphtha Cracker, termasuk unit-unit downstream dengan produk Polyethylene (PE) sebesar 1 juta ton per tahun dan Polypropylene (PP) 600 ribu ton per tahun yang ditargetkan selesai pada 2024.

“Progres Revamping Aromatic kini telah memasuki tahapan pekerjaan lapangan yaitu EPC OSBL, sementara proyek Olefin dalam proses tender design build competition,” ungkapnya.

Menurut Tallulembang, pembangunan proyek di TPPI ini akan mendukung pengembangan industri petrokimia dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta menekan defisit neraca perdagangan sekitar US$ 1,8 Miliar per tahun. melalui penurunan impor produk petrokimia secara signifikan.

“Proyek petrokimia yang direncanakan Pertamina Group termasuk revamping aromatic dan olefin TPPI ini secara tata waktu akan mendahului dan dapat sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan industri petrokimia,” ujarnya.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto memberikan dukungan penuh terhadap proyek strategis tersebut.

Ia mengatakan Komisi VII DPR sepakat proyek Pertamina ini bersifat sangat strategis, serta feasible dan proven, baik dari sisi teknis, keekonomian, ataupun sisi strategis lainnya dengan memiliki multiplier effect yang sangat besar, guna kepentingan masyarakat luas.

“Komisi VII DPR RI sangat mendukung penuh langkah-langkah percepatan yang dilaksanakan Pertamina agar proyek di TPPI ini tuntas pada 2024. Proyek ini harus jalan, karena di antaranya untuk mengurangi ketergantungan pada impor,” katanya.

Sugeng menambahkan tujuan kunjungan kerja ini adalah memonitor perkembangan TPPI dan melakukan breakthrough untuk mencari solusi penyelesaian proyek.

Komisi VII DPR juga mengapresiasi proyek yang akan menelan biaya investasi sekitar Rp50 triliun ini, karena telah dari awal dikawal secara ketat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri, sehingga proses dipastikan berjalan secara bersih, transparan, dan sesuai prosedur yang berlaku. 

Sejalan, Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji juga mendukung dan menegaskan bahwa strategi dan kebijakan Pertamina ini sudah tepat yaitu tidak hanya berfokus kepada pemenuhan BBM, namun juga pengembangan produk petrokimia dengan nilai jual tinggi.

Dengan penyelesaian proyek ini, Pertamina optimis dalam waktu dekat akan menjadi pemain besar dalam industri Petrokimia di Indonesia./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lifting MIgas
EKONOMI

Lifting Migas Kepri Diatas Target

TANJUNG PINANG, Bisnistoday - Lifting migas Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 tercatat...

EKONOMI

Lima Bendungan Siap Diresmikan Tahun Depan

JAKARTA, Bisnistoday  - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat...

EKONOMI

HCML Dukung Target Pencapaian SKK Migas 

PASURUAN, Bisnistoday – Kontraktor Kontrak Kerja Sama Husky – CNOOC Madura Limited...

EKONOMI

Pemerintah Mesti Awasi Ketat Jika TikTok Shop Kembali Buka

JAKARTA, Bisnistoday - TikTok Shop telah resmi ditutup pemerintah selama sebulan lebih,...