JAKARTA, Bisnistoday— Tim peneliti Internasional baru-baru ini menyimpulkan pertumbuhan bayi atau anak Neanderthal lebih cepat daripada anak-anak manusia pada umumnya.
Kesimpulan ini mereka dapatkan setelah meneliti kerangka seorang bayi Neanderthal yang mereka temukan di dekat Danau Falilea di Israel utara, pada 1990-an.
Neanderthal (Homo Neanderthalensis) adalah spesies manusia purna dan kerabat terdekat manusia modern (Homo Sapiens). Mereka hidup di Eropa dan Asia sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun lalu.
Mereka adalah makhluk pemburu-pengumpul yang cerdas, mengenakan pakaian, menggunakan api, dan membuat alat batu, serta memiliki DNA yang masih ada dalam manusia
IFL Science menyebutkan tim peneliti internasional, termasuk Ella Been dari Universitas Tel Aviv dan Erella Hovers dari Universitas Ibrani Yerusalem, telah menganalisis sisa-sisa kerangka bayi Neanderthal yang diberi nama Amud 7 tersebut.
Tulang-tulang bayi itu diperkirakan berusia antara 51.000 dan 56.000 tahun yang lalu. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa perkembangan janin Neanderthal mirip dengan manusia modern.
Ukuran tulang dan tengkorak Amud 7, jika dibandingkan dengan bayi manusia modern, menunjukkan bahwa anak Neanderthal tersebut berusia sekitar satu tahun pada saat kematiannya. Namun, pemeriksaan gigi bayi tersebut menunjukkan bahwa anak itu meninggal pada usia sekitar enam bulan.
Para peneliti berkesimpulan perbedaan ukuran ini menunjukkan bahwa anak-anak Neanderthal tumbuh lebih cepat di awal kehidupan daripada anak-anak manusia modern.
Amud 7 juga memiliki tulang selangka yang kokoh dan sangat melengkung, tulang belikat yang khas, dan tepi tulang kering yang membulat seperti ciri khas Neanderthal.
Bayi Neanderthal jarang ditemukan, hanya beberapa individu yang didokumentasikan dalam literatur. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangan mereka masih kurang dipahami. Amud 7 adalah kerangka utuh bayi Neandertal yang ditemukan di Gua Amud, Israel utara.
Hampir 111 potongan kerangka Amud 7 ditemukan di tempatnya, yang hanya tulang tengkoraknya yang dideskripsikan secara menyeluruh. Dengan demikian, fosil ini memainkan peran penting dalam memahami paleobiologi Neanderthal.
Kerangka tersebut menunjukkan ciri-ciri Neanderthal yang khas baik pada sisa-sisa tengkorak maupun bagian tubuh lainnya, dan fitur morfologisnya memberikan wawasan tentang filogeni, pertumbuhan, dan perkembangan Neanderthal.
Yang paling penting, bayi tersebut menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan somatik yang luar biasa cepat, menunjukkan bahwa Neanderthal memiliki strategi perkembangan yang berbeda di awal kehidupan.
Adaptasi iklim
Bayi Neanderthal langka lainnya menunjukkan pola yang sama berupa pertumbuhan somatik dan endokranial awal yang lebih cepat, menunjukkan perbedaan yang konsisten dalam cara kerabat evolusioner kita berkembang.
Pertumbuhan somatik dan perkembangan otak yang lebih cepat secara bersamaan akan menghasilkan kebutuhan energi yang tinggi.
Temuan ini, menurut para peneliti, menunjukkan keragaman strategi perkembangan di antara spesies hominin dan menunjukkan bahwa Neanderthal mungkin telah mengikuti jalur perkembangan yang berbeda, yang membedakan mereka dari Homo Sapiens
Ukuran tubuh yang lebih besar mungkin membantu anak-anak Nanderthal muda untuk bertahan hidup di iklim dingin Eurasia, demikian kesimpulan para peneliti pada Jurnal Current Biology, akhir April lalu.


