www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 16 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Perputaran Ekonomi Lomba Burung Berkicau Capai Hingga  Rp2 Triliun
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Perputaran Ekonomi Lomba Burung Berkicau Capai Hingga  Rp2 Triliun

Lomba Burung
PERLOMBAAN Burung Berkicau, beru-baru ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Kementerian Perdagangan mencatat perputaran ekonomi dari ekosistem burung kicau didaalam negeri per tahunnya bisa mencapai Rp1,7-2 triliun. Penggerak ekonomi dalam ekosistem tersebut mencakup, antara lain, penangkaran, produsen pakan, suplemen, aksesori, jasa pelatihan, jasa perawatan, hingga aktivitas komunitas-komunitas yang ada.

Karena itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda dari aktivitas komunitas hobi. Menurut Mendag Busan, segmen komunitas hobi yang niche menyimpan potensi ekonomi yang besar. Tumbuh dan semakin giatnya aktivitas hobi akan bermanfaat dalam menciptakan nilai ekonomi, termasuk untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal tersebut diutarakan Mendag Busan saat membuka “Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM” hari ini, Minggu, (3/5) di lapangan parkir kantor Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama komunitas Pelestari Burung Indonesia (PBI).

“Kalau lomba burung berkicau semakin ramai, peternak burung akan semakin banyak. Begitu juga pembuat sangkar, pabrik pakan, peternak jangkrik sebagai makanan burung, hingga penjual burung akan semakin banyak. Kami mendorong peningkatan nilai ekonomi dari berbagai komunitas hobi, salah satunya komunitas burung kicau,” kata Mendag Busan.

Burung Hasil Ternak

Ia menjelaskan, bahwa burung-burung kicau yang dilombakan merupakan burung hasil ternak. Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan. “(Burung) yang dilombakan bukan burung liar, tapi burung ternak,” ujar Mendag Busan.

Menurut data Kemendag, ekspor burung hias pada 2025 mencapai sekitar Rp12,5 miliar. Ada peningkatan sekitar 237,5 persen dibanding 2024. Hal ini menunjukkan berkembangnya permintaan burung hias asal Indonesia.

Ketua Umum PBI Pusat, Bagiya Rahmadi, menyampaikan, aktivitas komunitas burung kicau umumnya tidak terbatas pada jual beli burung dan kompetisi. Sebagai contoh, PBI juga bergerak di bidang pelestarian dengan membina penangkar burung. Kemudian, perlombaan dapat memperkenalkan produk-produk hasil penangkaran dan mendorong dampak berganda. “Lomba burung bisa mengenalkan hasil produk dan dampaknya multiefek,” tutur Bagiya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasi Gandul Pak Memet di Jalan Dr. Cipto No.12 Semarang.
Ekonomi Rakyat

Nasi Gandul Pak Memet, Hidangan Nikmat dan Menggoda di Semarang

SEMARANG (Bisnistoday) - Nasi gandul tidak bakal terlewatkan bagi pecinta kuliner untuk...

Erwin, pemilik Kedai Kopi Erky atau RKI
Ekonomi Rakyat

Dari Tidak Suka Kopi hingga Jadi Pengusaha, Perjalanan Erwin Bangun Kedai Kopi Erky di Bandung

BANDUNG, Bisnistoday  - Tidak semua pelaku usaha kopi memulai bisnisnya karena hobi...

Tol Dalam Kota
HEADLINE NEWS

Libur Panjang, Jasa Marga Perkirakan Lebih Dari 1,5 Juta Kendaraan Hilir Mudik di Jabotabek

JAKARTA, Bisnistoday - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 1,58 juta...

Thirdhome
HEADLINE NEWSWisata & Kuliner

ThirdHome Bidik Wisatawan Premium, Indonesia Jadi Pasar Strategis di Asia Tenggara

JAKARTA, Bisnistoday - Tren wisata mewah di Indonesia terus menunjukkan geliat positif....