www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home EKONOMI Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa di Atas 5,56 Persen Jika Pemerintah Bekerja Keras
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa di Atas 5,56 Persen Jika Pemerintah Bekerja Keras

PERTUMBUHAN EKONOMI: Apindo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,15 hingga 5,56 persen secara tahunan pada 2023 bahkan bisa lebih tinggi lagi jika pemerintah bekerja keras. Namun, ada faktor global yang perlu diantisipasi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,15 hingga 5,56 persen secara tahunan pada 2023 bahkan bisa lebih tinggi lagi jika pemerintah bekerja keras. Namun, ada faktor global yang perlu diantisipasi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Apindo, Hariyadi Saukamdani dalam webinar “Proyeksi Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Senin (5/12).

Ia mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang terendah dan tertinggi berjarak cukup jauh karena ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, tetapi ia meyakini ekonomi nasional akan tumbuh di atas 5 persen.

Baca juga: 2023, Kemenkeu Terus Waspadai Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi

Hariyadi memperkirakan permintaan terhadap barang-barang di luar pangan akan mengalami penurunan yang cukup besar, seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur sehingga omzet pelaku usaha di sektor ini juga berpotensi menurun.

Adapun per Oktober 2022 sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki tercatat telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 79 ribu pekerja di Jawa Barat.

Menurutnya pemerintah harus membuat aturan yang lebih fleksibel, termasuk dengan mengizinkan pengurangan jam kerja dan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“ini dilonggarkan dulu sampai situasi menjadi lebih baik untuk sektor yang tadi disebutkan,” ucapnya.

Perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan Uni Eropa juga perlu dipercepat penyelesaiannya untuk meraih peluang di tengah risiko resesi negara-negara di Eropa.

“Kita punya potensi masuk ke Eropa di tengah resesi mereka. Karena konsumen Eropa sudah tidak ingin mengkonsumsi produk negara yang dianggap melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) seperti Myanmar dan Bangladesh, tapi Indonesia masih dianggap baik,” ucapnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...