www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa di Atas 5,56 Persen Jika Pemerintah Bekerja Keras
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi 2023 Bisa di Atas 5,56 Persen Jika Pemerintah Bekerja Keras

PERTUMBUHAN EKONOMI: Apindo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,15 hingga 5,56 persen secara tahunan pada 2023 bahkan bisa lebih tinggi lagi jika pemerintah bekerja keras. Namun, ada faktor global yang perlu diantisipasi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,15 hingga 5,56 persen secara tahunan pada 2023 bahkan bisa lebih tinggi lagi jika pemerintah bekerja keras. Namun, ada faktor global yang perlu diantisipasi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Apindo, Hariyadi Saukamdani dalam webinar “Proyeksi Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Senin (5/12).

Ia mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang terendah dan tertinggi berjarak cukup jauh karena ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, tetapi ia meyakini ekonomi nasional akan tumbuh di atas 5 persen.

Baca juga: 2023, Kemenkeu Terus Waspadai Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi

Hariyadi memperkirakan permintaan terhadap barang-barang di luar pangan akan mengalami penurunan yang cukup besar, seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur sehingga omzet pelaku usaha di sektor ini juga berpotensi menurun.

Adapun per Oktober 2022 sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki tercatat telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 79 ribu pekerja di Jawa Barat.

Menurutnya pemerintah harus membuat aturan yang lebih fleksibel, termasuk dengan mengizinkan pengurangan jam kerja dan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“ini dilonggarkan dulu sampai situasi menjadi lebih baik untuk sektor yang tadi disebutkan,” ucapnya.

Perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan Uni Eropa juga perlu dipercepat penyelesaiannya untuk meraih peluang di tengah risiko resesi negara-negara di Eropa.

“Kita punya potensi masuk ke Eropa di tengah resesi mereka. Karena konsumen Eropa sudah tidak ingin mengkonsumsi produk negara yang dianggap melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) seperti Myanmar dan Bangladesh, tapi Indonesia masih dianggap baik,” ucapnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Produk Halal
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Halal Menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday-  Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...